Istri-Istri Soekarno

dewi-sukarunoRumah bercat hijau di Jalan Bonang 62, Jakarta Pusat, cukup unik. Di tembok terasnya tertulis ”Srihana-Srihani”. Tulisan itu cukup mencolok, berwarna kuning keemasan setinggi 40 sentimeter. Setiap orang yang melintas di depan rumah itu selalu menduga, Srihana-Srihani adalah nama pemilik rumah. Padahal, si empunya rumah bernama Hartini, janda mantan Presiden Soekarno, atau Bung Karno (BK).

Srihana-Srihani adalah nama samaran ketika BK berkirim surat dengan Hartini. Srihana nama samaran BK, sementara Srihani untuk Hartini. ”Ah, itu kenangan lama. Tapi, saya suka nama samaran pemberian Bapak,” katanya mengenang. Seperti apa isi surat-surat itu? ”Itu urusan pribadi, tapi Bapak selalu menulis yang indah-indah,” Hartini menambahkan.

Soal surat-menyurat, BK sangat pintar memanjakan istri-istrinya dengan kata-kata puitis. Seperti surat-suratnya pada Yurike Sanger. Lihat saja cuplikan surat untuk Yurike saat BK tak bisa mengunjunginya.

Dear darling Yury,
Today I cannot come.
I’m so busy, that
I cannot find time to
see you. But I do
see you in my heart.
Take good care of yourself

Gaya puitisnya ternyata menular juga ke Fatmawati. Saat BK meninggal pada 21 Juni 1970, Fatmawati tidak hadir melepas kepergian suaminya. Namun, ia mengirim karangan bunga bertuliskan: ”Tjintamu jang selalu mendjiwai rakjat. Tjinta Fat.’

Makna pandangan pertama BK tak dapat ditebak. Sekadar perhatian, atau menanamkan simpati bagi perempuan yang kelak diperistrinya. Kadang-kadang, ia melakukan hal yang tak terduga. Saat Fatmawati minta pendapat pada BK tentang pinangan anak wedana terhadapnya, BK malah menjawab pinangan itu untuk dirinya sendiri. BK minta Fatmawati menolak pinangan itu, dan menjanjikan waktu enam bulan untuk ”menyelesaikan urusan” dengan Inggit Ganarsih, istri pertamanya.

Hartini merasa, perhatian BK natural, tidak dibuat-buat, saat pertama kali ia bertemu dengannya di Salatiga. Ketika bersalaman, BK bertanya: rumahnya di mana, anaknya berapa, suaminya siapa. Setelah pertemuan itu, datang sepucuk surat untuk Hartini. Lewat surat-menyurat itulah, hati mereka bertaut.

Yurike Sanger tak menduga saat orang nomor satu di Indonesia kala itu menghampirinya ketika ia menjadi anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika. Barisan pemuda-pemudi berpakaian daerah sebagai pagar betis, saat Presiden Soekarno ada acara resmi dengan tamu negara.

BK menghentikan langkahnya di depan Yurike saat berjalan menuju mobilnya. ”Siapa namamu?” ”Yurike, Pak,” jawabnya sambil tergagap. Sebelum BK pergi, ia sempat berpesan: Yurike tak boleh memakai nama berakhiran ”ke” atau ”ce”. ”Pakai Yuri saja, ya,” pesan BK. Pandangan pertama dan perhatian sangat manusiawi yang dilakukan BK itu membuat Yurike takluk ketika BK meminangnya.

Banyak hal yang membuat para istri dan mantan istri BK menilai BK adalah suami dan bapak yang bertanggung jawab. Sikapnya penuh perhatian, telaten, dan tak pilih kasih. ”Bapak telaten dan penuh perhatian pada semua istrinya. Kita ndak dibeda-bedakan,” kata Hartini. Setiap Jumat sampai Minggu, BK menyempatkan diri berkunjung ke Bogor, tempat Hartini dan kedua anaknya tinggal di pavilyun Istana Bogor.

”Ia tahu dan menghormati kewajibannya,” kata Yurike. Meskipun, hal itu kadang menjengkelkannya. Maklum, BK punya kebiasaan harus kembali ke Istana Merdeka pagi-pagi sekali, sehabis menginap di rumahnya, di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Kadang-kadang, BK pergi dengan tergesa dan tak sempat cuci muka.

Semua itu dilakukan agar di mata anak-anaknya, BK tetap menjadi seorang bapak yang penuh perhatian. ”Bung Karno harus mencium anak-anaknya satu per satu sebelum mereka berangkat ke sekolah. Mengecek pekerjaan rumah dan memeriksanya dengan teliti,” tutur Yurike.

Untuk urusan sekolah anak-anak, BK selalu turun tangan. ”Semua rapor anak-anak, Bapak sendiri yang neken,” kata Hartini. Bukan itu saja, jika ada pelajaran yang jelek nilainya, BK turun tangan memberikan penjelasan langsung.

Tanggung jawabnya yang tinggi itu membuat semua istri dan mantan istri BK menaruh hormat kepada sang suami. Dalam sejarah hidup BK, ada delapan wanita yang pernah menjadi istrinya.

Ketika masih mahasiswa, BK dijodohkan dengan Utari, putri pendiri Sarekat Islam (SI), H.O.S. Tjokroaminoto. Saat itu, BK mondok di rumah Haji Sanusi, yang kebetulan aktivis SI, di Bandung.

Dalam perjalanannya, hubungan mereka lebih sebagai kakak beradik. BK justru lebih dekat dengan Inggit Ganarsih, istri Haji Sanusi. Jalinan hubungan itu makin serius, yang mendorong mereka berterus terang kepada Haji Sanusi dan Tjokroaminoto.

Utari akhirnya dikembalikan kepada orangtuanya oleh BK, dalam keadaan masih gadis. Sementara itu, Inggit –yang lebih tua 12 tahun dari BK– dinikahi setelah masa idah cerainya dari Haji Sanusi selesai, pada 1923.

Biaya studi Kusno –begitu panggilan Inggit terhadap BK– setelah menikah dengan Inggit, ditanggung Inggit sampai ia mendapat gelar insinyur pada 1926. Inggit berperan besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan yang dilakukan BK.

Saat BK dipenjarakan di Sukamiskin, karena kegiatan politik, Inggit setia menemani dan menunggu sampai masa hukumannya habis. Karena hanya dia yang boleh menjenguk BK di penjara, otomatis Inggit yang menjadi penghubung antara suaminya dan para pejuang lain, secara sembunyi-sembunyi.

Untuk menulis pesan BK, Inggit menggunakan kertas rokok lintingan. Ketika itu, Inggit memang berjualan rokok buatan sendiri. Rokok yang diikat dengan benang merah hanya dijual kepada para pejuang, di dalamnya berisi pesan-pesan BK.

Hal yang sama juga dilakukan saat BK diasingkan di Ende, Flores (1934), hingga ia dipindah ke Bengkulu (1938). Inggit bisa membesarkan hati BK, memberikan dorongan semangat, membagi suka-duka. Tak mengherankan jika di depan peserta Kongres Indonesia Raya di Surabaya (1932), Soekarno menjuluki Inggit sebagai ”Srikandi Indonesia”.

Meski pernikahan Inggit dengan BK tidak diakaruniai anak, mereka memiliki dua anak angkat: Ratna Djuami dan Kartika. Inggit akhirnya diceraikan BK pada 1942. Alasannya, ia tak mau dimadu, ketika Soekarno mengajukan permohonan menikah dengan Fatimah alias Fatmawati.

Fatmawati adalah anak tunggal pasangan Hassan Din dan Siti Khatidjah, yang saat di Bengkulu mondok di rumah BK. Usianya masih 15 tahun, dan menjadi teman sekolah kedua anak angkat BK dan Inggit di sekolah Katolik, Rooms-Katholik Vakschool.

Alasan ketertarikan BK pada Fatmawati, salah satunya, adalah ingin mendapatkan keturunan setelah 18 tahun menikah tidak dikaruniai putra. Fatmawati menyetujuinya asalkan tidak dimadu. Bahkan, ia akan menerima BK jika sudah menceraikan Inggit secara baik-baik.

Untuk urusan itu, BK meminta pendapat dari rekan seperjuangannya, Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan KH Mas Mansyur. Pada 1943, BK menikah dengan Fatmawati secara wali. Saat itu, usia Fatmawati 19 tahun, dan Soekarno 41 tahun. Nama Fatmawati adalah pemberian BK, yang berarti bunga teratai.

Fatmawati banyak menenami BK sejak menjelang proklamasi kemerdekaan. Ketika BK dan Bung Hatta diculik ke Rengasdengklok, ia menyertainya bersama Guntur yang masih bayi. Di masa kemerdekaan, Fatmawati menjadi ibu negara. Setelah pengakuan kedaulatan RI, keluarga BK tinggal di Jakarta, menempati Istana Merdeka. Dari pernikahan itu, terlahir lima anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Kisah Hartini yang dinikahi BK pada Januari 1952 agak berbeda dari istri sebelumnya. Ia bersedia dimadu. Hartini memutuskan menikah dengan BK setelah mendapat restu dari kedua orangtuanya. ”Kata orangtua saya, dimadu itu abot (berat), biarpun oleh raja atau presiden,” kata Hartini menirukan nasihat orangtuanya.

Sebelum dinikahi, Hartini mengajukan syarat agar Ibu Fatmawati tidak diceraikan dan tetap menjadi first lady. ”Saya tidak mau Ibu Fat diceraikan, karena kami sama-sama wanita,” kata Hartini, yang melahirkan dua anak dari BK: Taufan (almarhum) dan Bayu.

Ratna Dewi Soekarno, atau Dewi Soekarno, 61 tahun, dikenalkan pada BK karena adanya latar politik bisnis. Pertemuan terjadi pada Juni 1959, ketika Bung Karno mengunjungi kelab malam Copacabana di Tokyo. Dewi, nama aslinya Naoko Nemoto, bekerja sebagai penyanyi di kelab malam tersebut. Saat itu usianya masih 19 tahun. Ia menyanyikan Bengawan Solo saat menyambut BK.

Dengan dicomblangi Masao Kubo, Direktur Utama Tonichi Inc, hubungan mereka berlanjut sampai ke pelaminan, 3 Maret 1962. Berkat peran Dewi itulah, Tonichi mendapat banyak proyek dari Pemerintah RI.

Kehadiran Dewi mampu menyisihkan Sakiko Kanase, yang lebih dulu diperkenalkan kepada BK oleh perusahaan Kinoshita. Sakiko, yang sempat masuk Islam dan berganti nama menjadi Saliku Maisaroh, kecewa dan bunuh diri, tiga minggu setelah Dewi menikah dengan BK.

Dewi, yang belakangan pernah menghebohkan dengan buku Madamme D’Syuga, pada awalnya kurang mendapat simpati di kalangan putra-putri BK. Guntur, misalnya, memelesetkan nama Dewi menjadi ”Deweh”. Dan ia menjuluki istri-istri BK, selain Fatmawati, sebagai ”hinul-hinul markindul”.

Di sisi lain, Dewi sangat berbakat di bidang politik. Dialah yang merekatkan hubungan BK yang retak dengan militer pasca-G-30-S/PKI. Dewi berupaya mengakrabkan kembali Soekarno dengan Jenderal Soeharto, dan Jenderal Nasution. Dengan BK, Dewi dianugerahi satu putri, Kartika Sari Dewi Soekarno.

Pernikahan BK dengan Haryati tidak banyak terekspose. Ia tidak begitu menonjol dibandingkan dengan istri-istri BK lainnya. Pada 1980-an, namanya mencuat saat berperkara soal tanah hadiah dari BK di Jalan Comal, Surabaya. Atau, saat ia kehilangan kancing-kancing baju dan sekaligus beberapa baju peninggalan BK. Setelah bercerai dengan BK, Haryati menikah dengan Sakri. Dari pernikahannya dengan BK, ia dikaruniai satu putri, Ayu Gembirowati.

Yurike Sanger, atau Yuri, adalah istri terakhir dan termuda BK. Saat dinikahi, usianya baru sweet seventeen, dan masih kelas II SMA. Anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika itu pada dasarnya seorang yang minder dan pemalu. Ia justru menjadi percaya diri setelah sering diajak ngobrol oleh BK. ”Hanya orang minder sajalah yang tidak berani menghadapi, dan melarikan diri dari persoalan yang menghadangnya,” kata Yurike menirukan pesan BK.

”Kalau saya tidak menerima tawaran Ibu Lia untuk menjadi Barisan Bhinneka Tunggal Ika, tak mungkin saya bisa bertemu dan hidup bersama dengan Bung Karno,” tuturnya. Yuri mengaku cepat dewasa dalam berpikir, karena BK banyak mengajari berbagai hal, termasuk bagaimana harus menempatkan diri.

Sekarang, genap satu abad lahirnya Bung Karno. Rangkaian seremoni disiapkan untuk menggelar gawe besar itu. Hartini, salah satu istri BK yang masih hidup, mengaku terharu mendengar akan digelarnya acara tersebut. ”Saya merasa terharu, dan senang,” kata penggemar warna ”hijau botol” itu. ”Saya ingat saat-saat terakhir Bapak. Dikucilkan. Hanya boleh ketemu sama keluarganya, dan dokter saja.”

Di usianya yang 77 tahun, Hartini kini menghabiskan waktunya dengan aktivitas yang ringan. ”Kegiatan saya sehari-hari, ya, ngebon (berkebun), ngaji, baca koran, menata rumah, arisan, kadang belanja. Itu saja. Nggak neko-neko (aneh-aneh).” Hidupnya sangat sederhana. Sebagai janda presiden, ia mendapat tunjangan pensiun dari pemerintah. Jumlahnya? Ia tak mau menyebut angka. ”Ya, kalau jujur, tidak cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi, saya selalu berupaya agar bisa membayar rekening listrik, telepon, pembantu….”

Ketika ditanya tentang pengalamannya yang paling berkesan bersama BK, wanita yang tidak berkebaya sejak BK meninggal itu menuturkan, ”Selama mendampingi Bapak, seluruh hidup saya sangat berkesan. Makanya, saya sangat berterima kasih, Allah telah menunjuk saya mendampingi Bapak sampai akhir hayatnya,” katanya dengan suara serak dan mata berkaca-kaca

58 respons untuk ‘Istri-Istri Soekarno

Add yours

  1. Maaf ya kepada seluruh Bangsa Indonesia khususnya keluarga Besar Bung Karno, beliau memang amalnya banyak termasuk jago membuat “Kenangan Terindah” kayak lagunya Bung Samson.
    Juga maaf yg kedua saya ada info yaitu sy buat Kalender Indonesia yg dimulai sejak RI Merdeka dan nama bulannya adalah Soekarno.kemudian Moh Hatta dan Pahalawan lainnya.

  2. BK betul2 idola sejati…beliau adalah termasuk manusia pilihan yg jarang ada d muka bumi ini…terlepas dr apapun beliau tetap manusia yg tdk luput dr kesalahan..semoga kita bisa memetik banyak hikmah dan pemikiran untuk kita aplikasikan sebagai generasi penerus bangsa ini…sayangnya buku tehnik rayuan soekarno tdk pernah terbit dan hanya menjadi referensi pribadi beliau..padahal itu jg penting buat bangsa ini..khususnya para pemuda… 😀

  3. bung karno engkau adlh sosok idolaku…..
    sungguh besar sekali jasamu melibihi besar ap yg ad dbumi ini…….
    jasa mu tak terbalaskan oleh uang emas permata ……..
    andai saja ak dpt menemui lgsg brtatap mt ak mengatakn ak bangga sekali pd mu….

  4. kanjutttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

  5. ( mismet 22 @yahoo.com )
    ( with or without You )
    ( New Years Day Live )
    ( Where The Streets Have No Name , ( Studio Version )
    ( Beautiful Day live )
    ( Winter )
    ( All I Want is You )
    ( One )

  6. bk adlh presiden yang sejati,,pemimpin no 1 di indonesia maupun di sluruh dunia,,bk berjuang tanpa pamrih.dan tdk egois rasa sosialisasinya sangat tinggi terhadap rakyatnyaaa,,,,,insya Allah saya akan meneruskan perjuanganya,,,amiiiien al fatikhah

  7. sekarang juga walau dia sudah sekolah sampe S3 kalo ditawarin nikah sama Presiden pasti dia mau.
    siapa sih wanita yang ga mau jadi isteri presiden jaman sekarang..haha

    kan moral manusia sekarang banyak yang rusak..

    banyak yang menghalalkan segala cara untuk mendapat yang diinginkannya.

    Hidup Soekarno..

  8. Ah,, ngak heran kalau jaman dulu bisa begitu ….
    orang masih miskin semua sama rata dan merata masih pada bodoh, jarang berpendidikan (info dari orang tua jaman dulu)
    yah bisa lah punya istri banyak,.. krn gampang dibodohin
    lha…. kalau dilihat dari ceritanya hampir semua istrinya juga bukan dari kalangan yang pandai.
    Dia boleh berbangga saat itu, dia jadi insinyur karena cuma segelintir orang yg bisa punya pengetahuan saat itu
    Tapi,.. kalau di era sekarang dia hidup …. kalau dia ngomong atau pidato mungkin kaga bakal di gubris kaleee
    karena saat ini jutaan orang indonesia banyak yang jadi insinyur dan orang pinter.

    1. Coba loe lihat lagi film dokumenter interview dan pidato BK, lalu bandingkan ama pidato dan cara ngomong para pejabat dan presiden kita sekarang … akan membuat kita bertanya-tanya kapan akan memiliki pemimpin negeri seperti BK lagi.

    2. kalo BK hidup di jaman sekarang, mungkin dia bukan seorang insinyur lagi , tapi lebih dari seorang professor yg bisa memimpin negara, sayang aja dulu susah njadi prof, istilak kate diantara oarang bodoh dialah yg paling pintar dan bila diantara orang pintar dialah yang mahaguru,….

    3. tak kenal maka tak sayang..jawaban andre memang sangat2 logis…tapi lebih baik lg coba liat referensi video ato buku karangan BK seperti saran endi..InsyaAllah pasti penilaianmu berubah…org dulu belum tentu lebih bodoh dr org2 sekarang kok…bahkan kadang2 sebaliknya… 🙂

      1. Orang itu pinternya ad yang bermacam2. Klo BK pinternya emg ngmong, dan menyalakan api rakyat supaya semangatnya membara. Emg klo dia istrinya banyak, masalah buat kalian? Lagian istri2 yang dinikahi juga berperan dalam kemerdekaan Indonesia.
        Tp mnurut gw, presiden paling hebat itu ya pak Habibie, ud otak encer, setia, truz apanya yang kurang coba? Tpi syg jdi presiden cuma 315 hari doank, cma gra2 mslah timoer2. Cba bndingkan pak habibie dgn presiden qt yg lainnya. Psti klo dipimpin dia sistem industri qt mkin mju psat, ga kyk skrg, pejabat kuq isinya ngomong tok. Ud korupsi dmana2. Tanggung jwab hny pd dri sndiri, bkn masyarakat. Buat orang sebel aj. Ya jlas pak Habibie tgl di jerman, di Indo cma dimanfaatin tok. Sukur aj, skrg penemuan dia, rancangan psawatnya diakui negara asing. Kyakny negara kita emang perlu namany…MENGHARGAI ORANG

    4. heh andree..klo ga ad dia, hdup qt mgkin msie di era jajahan. Ya emg dlu orang bnyk yg bdoh, yg jdi insinyur dkit. Yg pnter kyk pak habibie mgkin ga ad, tp dia ud berkorban bgtu bersma istri2-ny demi kemerdekaan qt smua. Jdi ambil hikmahny aj, ga smua org smpurna..

  9. … wue tuch mo nyari nama isteri na bkan sejarah na klo nulis yang singkat – sigkat z dund jadi kan x puyeng bacain na tlong ringkas ya !!! wue lez bca na nieh ,,,

  10. acungkan 2 jempol saya untuk pak karno……..
    presiden sejati dan berwibawah,,,
    dan juga membuat semua wanita betah ada disisinya…..

  11. Saya sangat kagum dengan beliau.. dan saya adalah salah seorang yang Sanagt tertarik dengan Paham2 da ajaran SUKARNOISME

  12. Saya sangat mengidolakan Ir.Soekarno karena memiliki jiwa yang sangat tegar,berani,patriotisme,nasionalisme,dan berkarisma.

Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑