SEJARAH HUBUNGAN KEKERABATAN SUKU BUGIS DENGAN SUKU MORONENE DI WILAYAH POLEANG

Dalam sejarah perkembangan kehidupan manusia baik masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang diwarnai oleh berbagai kegiatan perubahan yang berjalan terus menerus. Perubahan ini membutuhkan hadirnya bidang ilmu sejarah yang khusus mengkaji perubahan dan perkembangan yang dilakukan oleh manusia pada setiap kurun waktu.

Kehadiran ilmu sejarah sangat penting artinya sebab dengan mempelajari sejarah, berarti kita mengetahui lebih jauh dari perkembangan umat manusia di muka bumi beserta segala kejadiannya termasuk perkembangan seluruh aktifitasnya yang akan menuju kurun waktu yang berkesenambungan antara masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Continue reading “SEJARAH HUBUNGAN KEKERABATAN SUKU BUGIS DENGAN SUKU MORONENE DI WILAYAH POLEANG”

Iklan

POLA PENYEBARAN KALAPI (Kalappia celebica Kosterm) DI DESA ANGGORO KECAMATAN ABUKI KABUPATEN KONAWE

Kalapi (Kalappia celebica Kosterm) merupakan salah satu tumbuhan endemik Sulawesi dan termasuk dalam famili Fabaceae. Kalapi memiliki penyebaran terbatas di Malili (Luwu Utara) (Ngakan,  et al,2005) Kolaka (Arif,  dan Tuheteru, 2015) dan Konawe (Abuki) (Purwanto,  2016). Kalapitumbuh pada hutan hujan tropik basah dari dekat pantai sampai pada ketinggian 300 m dpl, tetapi umumnya banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 100 m dpl. Tumbuhan ini biasanya hidup pada tanah berbatu dan mengandung besi dengan pH sekitar 4 (Pitopang, et al, 2011) dan curah hujan tahunan kira-kira kurang lebih 3.000 mm dengan curah hujan minimum sekitar 150 mm pada bulan kering dan maksimum 500 mm dalam bulan basah. Continue reading “POLA PENYEBARAN KALAPI (Kalappia celebica Kosterm) DI DESA ANGGORO KECAMATAN ABUKI KABUPATEN KONAWE”

PENGEMBANGAN PROFESI GURU SEBAGAI PENDIDIK

A. Pendahuluan

Guru adalah jabatan profesi, untuk itu seorang guru harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja, independent (bebas dari tekanan pihak luar), cepat (produktif), tepat (efektif), efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis, kewenangan profesional, pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi, pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri.

Continue reading “PENGEMBANGAN PROFESI GURU SEBAGAI PENDIDIK”

PENGEMBANGAN KARAKTER GURU SEBAGAI PEKERJA PROFESIONAL

A. Pendahuluan

Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masayarakat tidak meragukan figur guru. Jadi dalam pengertian yang sederhana, guru dapat diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Sedangkan guru dalam pandangan masyarakat itu sendiri adalah orang yang melaksankan pendidikan ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan yang formal saja tetapi juga dapat dilaksankan dilembaga pendidikan non-formal seperti di masjid, di surau / mushola, di rumah dan sebagainya.

Continue reading “PENGEMBANGAN KARAKTER GURU SEBAGAI PEKERJA PROFESIONAL”

MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

A. Pendahuluan

Dalam pembelajaran siswa sering mengalami kejenuhan, guru hendaknya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenanakan bagi siswanya dengan menggunakan metode-metode yang bervariasi. Sekolah sebagai tempat belajar bagi siswa juga harus dapat menciptakan suatu suasana yang baik khususnya di dalam kelas.Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan siswa. Ini berarti bahwa bila guru bertindak mengajar, maka diharapkan siswa belajar. Namun adakalanya didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering ditemukannya masalah-masalah yang berkenaan dengan belajar yang dialami siswa tersebut. Masalah-masalah tersebut dipengaruhi oleh faktor internal (yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri) dan juga oleh faktor eksternal (yang berasal dari luar siswa itu sendiri). Salah satu faktor internal adalah kejenuhan yang dialami siswa saat belajar. Seorang guru hendaknya bisa menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didiknya agar tercapainya tujuan pembelajaran.

Continue reading “MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN”

PERAN GURU DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH

A. Pendahuluan

Ketika berbicara mengenai profesi kependidikan, maka hal tersebut tentunya tidak lepas dari hal-hal yang ada di sekolah seperti guru, kepala sekolah, anak didik serta proses belajar mengajar yang terjadi di dalamnya. Di lain hal, dalam dunia pendidikan, administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar. Semua itu tidak lepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah termasuk peran serta guru.

Pada kenyataannya, apabila administrasi tersebut dihandle oleh orang-orang yang kurang terampil, maka administrasi tersebut tentu akan berantakan. Orang yang memegang administrasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan). Administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam keteraturan dalam pembukuan. tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara sistematis. Keberhasilan pendidikan di sekolah harus ditunjang oleh pelayanan administrasi sekolah yang teratur, terarah dan terencana. Di mana dalam pelaksanaannya harus mengikuti arah jaman yang semakin bersaing dan semakin modern. Untuk itu, perlu adanya pembagian tugas ketatausahaan yang jelas dan terprogram di setiap sekolah.

Continue reading “PERAN GURU DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH”

KONSEP GURU MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005

A. Pendahuluan

Sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, dan mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading “KONSEP GURU MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005”

PROFESI KEPENDIDIKAN

A. Pendahuluan

Profesi di dalam dunia pendidikan dikenal dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam arti lain pendidik mempunyai dua arti, adalah arti yang luas dan arti yang sempit. Pendidik dalam arti yang luas adalah semua orang yang berkewajiban membina anak-anak. Secara alamiah semua anak sebelum mereka dewasa menerima pembinaan dari orang-orang dewasa agar mereka bisa berkembang dan tumbuh secara wajar. Sementara itu pendidik dalam arti sempit adalah orang-orang yang disiapkan dengan sengaja untuk menjadi guru atau dosen. Kedua pendidik ini diberi pelajaran tentang pendidikan dalam waktu relatif lama agar mereka menguasai ilmu itu dan terampil melaksanakannya dilapangan. Pendidik ini tidak cukup belajar di perguruan tinggi saja sebelum diangkat menjadi guru atau dosen, melainkan juga belajar dan diajar selama mereka bekerja, agar profesionalisasi mereka semakin meningkat. Sedangkan tenaga kependidikan adalah tenaga/pegawai yang bekerja pada satuan pendidikan selain tenaga pendidik.

Makalah Selengkapnya MS Word: KONSEP PROFESI KEPENDIDIKAN

Blog di WordPress.com.

Atas ↑