Tentang Listrik Gratis

Orang media (mantan pimpinan Jawa Pos Group) mengurusi listrik. Apa kata dunia? Tapi, itulah kenyataannya. Mungkin, hanya di Indonesia yang demikian terjadi. Lantas, bagaimana masyarakat mensikapinya? Beragam. Ada yang mendukung. Tapi, tak sedikit yang mencemooh. Hasilnya, sampai hari ini listrik masih sering byar pet alias masih sering mati.

Suatu ketika, Dahlan Iskan diremehkan dan sepertinya dia kesal betul. Wajar dia juga manusia. Apa pasal?

Sependek informasi yang saya ikuti awalnya karena muncul isu ada kenaikan tarif listrik dari pemerintah. Seperti biasanya PT PLN (persero) selalu disalahkan. Suara keras tentu dari para anggota DPR di Senayan sana.

Sebagai Direktur Utama PLN tentu tidak mau juga disalahkan. Kemudian muncullah ide listrik gratis bagi orang miskin. Ide ini sebenarnya bukan serta merta atau benar-benar ide PLN. Namun, hanya sekedar wacana yang digunakan Dahlan Iskan untuk menampik alasan orang-orang yang anti kenaikan TDL yang ‘bersembunyi’ di belakang orang miskin.

Jadi, isu listrik gratis ini hanyalah isu elit (Dahlan Iskan vs Oknum anggota DPR).

Saya tidak akan menyorot tentang kebijakan listrik gratis dari segi ekonomi maupun politik. Yang ingin saya sorot hanya terbatas pada arus informasi yang muncul. Kemudian, mencermati kira-kira informasi yang demikian bermanfaat bagi publik atau justru sebaliknya. Menjadi informasi yang tak layak konsumsi alias perlu diabaikan.

Dalam kasus ini, saya akan sedikit berkomentar:

Pertama, tentang pertarungan citra dan reputasi. Sejak awal, Dahlan Iskan memang diragukan mengurus soal listrik. Fakta kondisi PLN saat ini masih menjadi perusahaan yang terus merugi, tidak profesional, dan sering merugikan pelanggan.

Perusahaan merugi kita sama-sama mengetahuinya. Ketidakprofesionalan dan merugikan pelanggan ditandai dengan sering matinya listrik. Bahkan, tanpa pemberitahuaan kepada konsumen (pelanggan) sebelumnya. Gambaran kasarnya begitu.

Tantangan ini yang dihadapi Dahlan Iskan. Isu listrik gratis saya kira masih dalam level bagaimana menaikkan citra positif PLN dengan Dahlan Iskan sebagai komandannya. Walau sepertinya masih perlu strategi yang lebih matang lagi. Sebab, isu listrik gratis sampai hari ini masih ditanggapi dingin oleh publik.

Entahlah. Mungkin rakyat tak mau dibodohi lagi seperti isu pendidikan gratis yang omong kosong itu. Untuk menaikkan citra dan reputasi, saya kira bukan dengan isu ‘angin surga’ untuk rakyat. Saya kira, tepatnya seperti slogan ‘berikan bukti, bukan janji’.

Kedua, level perespon wacana. Di awal, saya membaca bahwa isu ini sebenarnya adalah isu elit. Perespon wacana listrik gratis ini hanya berkisar pada Dahlan Iskan (PLN), pemerintah, DPR, dan juga kalangan LSM. Dahlan Iskan dalam sebuah media (Detik.com, 14/6/2010) heran kenapa ide listrik gratis tidak mendapatkan sambutan publik.

Jawabnya adalah, seperti di atas “bukan janji tapi bukti”. Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan wacana listrik gratis tersebut tidak mendidik dan terkesan sembarangan. Sementara, anggota DPR yang juga Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan wacana listrik gratis tersebut terkesan mengada-ada.

Begitulah. Wacana tersebut menjadi komoditas elit untuk saling ‘bertarung’, alih-alih benar-benar mencari solusi atas kondisi kelistrikkan tanah air, justru yang ada isu tersebut hanyalah disikapi untuk kepentingan dirinya, lembaganya, partainya, dan sebagainya.

Ketiga, segi praktis informasi. Lantas, bagaimana isu listrik gratis ini di mata masyarakat? Saya kira pemberitaan yang demikian belum memberikan hasil apa-apa. Manajemen pemberitaan atau isu saya kira perlu dikemas dengan lebih ‘canggih’ lagi.

Solusi informasinya, saya kira isu listrik gratis tidak akan mencuri perhatian publik. Justru yang memungkinkan barangkali isu ‘listrik murah dan terjangkau’. Isu ini lebih populis, lebih rasional, dan tidak terkesan omong kosong dan mengada-ada.

Isu ini barangkali akan lebih mudah diterima publik. Segi praktis informasi juga, saya kira manajemen informasi seperti misalnya ‘Gerakan Hemat Listrik’ perlu dikembangkan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat atas perlunya peduli soal energi, sumber daya alam yang perlu dihemat, dan sebagainya.

Yang demikian saya kira perlu menjadi pemikiran para jurnalis, awak media, pemantau media, dan masyarakat yang percaya bahwa manajemen informasi yang benar dan tepat akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup publik (masyarakat). Bagi para pengelola media, apa pun bentuknya, baik cetak, elektronik, online, bahkan blog sekalipun perlu menyuarakan setidaknya dua hal ‘listrik murah dan terjangkau’ dan ‘Gerakan Hemat Listrik’.

Yang kedua ini, masyarakat umum khususnya blogger perlu lebih menyuarakannya. Ya, demi Indonesia yang lebih baik. Semoga saja begitu.

Iklan

One thought on “Tentang Listrik Gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s