Mahasiswa, Apakah Harapan atau Sampah Masyarakat ?

Perguruan Tinggi diakui memang memiliki peran besar dalam mencetak insan akademis yang luhur yang diharapkan akan memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa yang ketika lulus, terjun ke masyarakat dengan menyumbangkan pemikirannya bagi kemaslahatan Masyarakat , maka bisa dikatakan bahwa perguruan tinggi telah berhasil mencetak para sarjananya. Barangkali membangun paradigma yang memajukan bagi masyarakat sangat menitikberatkan kepada peran mahasiswa di dalamnya.

Mahasiswa tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi penyelesaian permasalahan kompleks yang dialami oleh masyarakat umum. Mahasiswa yang merupakan agen perubahan adalah agen pemberi solusi. Kita lihat dari sejarah kebangkitan Indonesia , tentunya tidak lepas dari peran mahasiswa. Sejarah membuktikan bahwa pada tahun 1908 yang lalu, disitulah muncul kesadaran masyarakat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah pada masa itu . Mulailah suatu pargerakan yang menjadi manifestasi dari bangkitnya pargerakan Nasional. Tidak disangkal lagi, hal itu tidak lepas dari peran mahasiswa dan juga dari kalangan intelektual.

Saat ini amat rugi apabila seorang mahasiswa hanya memikirkan bagaimana cara memintarkan diri sendiri, setelah lulus kuliah berpikir tentang mengumpulkan kekayaan. Tapi terlepas dari itu, ternyata masih ada tugas mulia yang menjadi tuntutan dari sebuah gelar “mahasiswa” , yakni pengemban Tri Darma Perguruan Tinggi yang berisikan pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian pada masyarakat.

Tri Darma Perguruan Tinggi tentunya harus dipahami oleh semua kalangan mahasiswa. Kalau hal itu dipahami, maka perguruan tinggi benar-benar menghasilkan para sarjana yang berkualitas, berdedikasi, dan berintegritas. Dimulai dari fungsinya sebagai insan akademis, insan agama, sampai pada insan kemasyarakatan.

Pendidikan adalah jembatan untuk menyalurkan kreatifitas, keilmuan, pengembangan kemampuan, dan juga penanaman budi pekerti bagi generasi yang akan memegang Negeri pada masa berikutnya. Lembaga pendidikan tentunya sudah mengupayakan hal ini. Kemudian mahasiswa memang harus benar-benar memahami tujuannya sebagai mahasiswa. Begitupun dengan penelitian dan pengembangan yang akan mencetak insan yang kreatif, inovatif, dan cemerlang. Sampai pada pengabdian masyarakat, itu akan menjadi tugas mulia untuk memberikan hal-hal yang akan memberikan manfaat besar bagi khalayak. Kalau Tri Darma Perguruan Tinggi itu ditelaah, dipahami, dan dilaksanakan, jadilah mahasiswa yang benar- benar agen pemberi harapan. Tetapi apabila Tri Darma Perguruan Tinggi hanya sebuah landasan tanpa pemahaman dan tidak diamalkan, maka mahasiswa sama halnya seperti sampah yang tidak berguna bagi masyarakat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s