Mengenal Lebih Jauh Kabareskrim Ito Sumardi

Saudara-saudara sekalian, ini saatnya kita bertaruh: Berani atau tidak berani Kabareskrim yang baru Inspektur Jenderal Ito Sumardi memeriksa Susno Duadji? Karena saya yang menantang, maka saya akan selalu mengambil posisi berseberangan dengan anda. Jika anda mengatakan bahwa Ito berani, saya akan memilih Ito tidak berani. Sebaliknya, jika anda memilih Ito tidak berani, saya akan mengatakan Ito berani. Dengan cara demikian barulah sebuah taruhan bisa dijalankan. Kalau posisi kita sama, kita pasti tidak akan bertaruh, melainkan bergunjing.

Nah, sebelum kita benar-benar bertaruh, saya kira kita harus memastikan bahwa Kapolri Bambang Hendarso Danuri tidak sedang gojek ketika menunjuk Ito menggantikan Susno sebagai Kabareskrim. Kepastian ini penting sebab saya menangkap kesan bahwa Pak Kapolri kita suka gojek. Ia bercanda soal nasib Bibit-Chandra, yang waktu itu disambut girang oleh sebagian besar anggota Komisi III DPR.

Kemudian ia juga bercanda dengan wartawan ketika ditanya apakah Susno akan mundur. “Mundur? Mobil kali. Atret,” katanya. Memang harus kita akui bahwa Susno bukan Mercedez atau Volvo; ia juga bukan mikrolet atau bajaj. Susno adalah perwira tinggi kepolisian yang mengumpamakan dirinya sebagai buaya dan bukan undur-undur. Karena itu tidak ada jalan mundur. Apa yang terjadi sekarang bukanlah gerakan atret, tetapi sekadar parkir sejenak, menepi dulu di Mabes.

Soal parkir-parkiran sejenak ini, Ito sudah lebih dulu mengalaminya. Anda tahu, itu gara-gara raja togel Riau, Candra Wijaya alias Acin, ditangkap akhir tahun lalu dan bocor mulutnya di persidangan awal tahun ini. Katanya, tiap bulan ia menyetor dana koordinasi Rp 250 juta kepada polisi.

Ito yang pernah menjadi Kapolda Riau dan salah seorang yang diperiksa Mabes karena pengakuan Acin, menyangkal mulut bandar togel itu. “Sampean lebih percaya Acin apa saya? Saya ini antijudi dan sudah menangani 141 kasus, dengan jumlah tersangka 339 orang. Adalah hil yang mustahal saya membiarkan kasus perjudian,” katanya.

Saya tak punya cara untuk membuktikan siapa yang bohong di antara keduanya, apakah Acin atau Ito. Karena itu, adalah hil yang mustahal untuk memilih siapa di antara keduanya yang lebih saya percayai. Bahkan kalaupun saya punya kecenderungan untuk membela polisi dan mengamini pernyataan Ito, tetap ada masalah di sini, yakni soal kelalaian Kapolda. Ya, sebagai Kapolda Riau ia lalai memberantas judi togel yang dibandari oleh Acin.

Padahal, anda tahu, togel adalah perjudian yang paling tampak kehadirannya dan mudah sekali diendus. Anda tak perlu menyewa detektif atau anjing pelacak untuk menebak di sekitar anda ada judi togel atau tidak. Pembicaraan tentang nomor buntut mudah sekali anda dengar di kalangan masyarakat kelas bawah. Tapi, Kapolda Ito tidak pernah mendengarnya. Dua Kapolda Riau yang lain, Irjen S. Damanhuri dan Irjen Sutjiptadi, juga tidak pernah mendengarnya.

Yang lekas bisa mengendus hanya Brigadir Jenderal Hadiatmoko. Dilantik menjadi Kapolda Riau pada bulan Mei 2008, ia berhasil menangkap Acin beberapa bulan setelah itu. Ito Sumardi waktu itu sudah menjadi Kapolda Sumatra Selatan dan ia dipanggil untuk menjalani pemeriksaan internal di Mabes. Seusai pemeriksaan, Ito ditarik ke Jakarta dan parkir sebagai staf ahli Kapolri. Tak sampai setahun kemudian, ia ditunjuk menjadi Kabareskrim menggantikan sahabat karibnya, Susno Duadji, yang tak mungkin lagi dipertahankan oleh Kapolri.

Kekariban Ito-Susno inilah yang memicu spekulasi bahwa naiknya Ito adalah kompromi antara Susno dan Kapolri. Camkan hal ini agar anda tak salah membuat pilihan berkaitan dengan pertaruhan yang sudah kita bicarakan di awal tulisan. Tetapi perhatikan juga bahwa Ito sudah membantah spekulasi tersebut. “Nggaklah,” katanya.

Begitulah, Ito sudah membantah segala yang miring tentangnya. Sekarang, yang masih bisa kita bicarakan saya kira tinggal satu hal: masalah kelalaian Ito yang membuat Acin bisa leluasa menjalankan bisnis togelnya. Dan mengenai kelalaian, juga risikonya, anda bisa belajar pada Ted Kennedy dan Insiden Chappaquiddick yang terus menghantuinya sampai ia mati pada Agustus tahun ini.

Waktu itu, 18 Juli 1969, Ted, adik bungsu Presiden AS John F. Kennedy, mengalami kecelakaan bersama Mary Jo Kopechne, perempuan muda 28 tahun, di Chappaquiddick Island, Massachusetts. Mobilnya keluar dari jembatan dan tenggelam di kanal. Ia selamat tetapi Mary Jo terjebak di dalam mobil yang nyungsep di dasar kanal itu. Ted baru melaporkan kejadian itu kepada polisi keesokan harinya, dan mayat Mary Jo sudah lebih dulu ditemukan.

Ted divonis bersalah oleh pengadilan karena meninggalkan tempat kejadian dan tidak segera melapor. Kelalaiannya dalam Insiden Chappaquiddick ini kelak membuatnya selalu terpental dalam dua kali upayanya mencalonkan diri sebagai presiden, di tahun 1976 dan 1980. Dan itulah risiko pahit bagi si bungsu keluarga Kennedy yang mahir berpidato dan sudah membuktikan diri sebagai senator yang tajam.

Dalam soal risiko itulah Ito berbeda dari Ted. Kelalaian Ito dalam kasus raja togel Acin tak membuatnya terpental. Ia hanya ditarik ke Jakarta sebagai staf ahli Kapolri dan kemudian ditunjuk menjadi Kabareskrim ketika kesempatan itu datang di luar dugaannya. Jadi, mari kita bertaruh tentang Ito. Anda berani?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s