STUDI PERSEPSI PEREMPUAN TERHADAP UNDANG-UNDANG KUOTA 30%

Caleg PerempuanUndang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif, mengamanatkan bahwa keterwakilan kuota 30 persen perempuan dalam pemilihan legislatif dapat dikatakan sudah dapat diterapkan pada pemilu legislatif tahun 2009.

Sehubungan dengan hal tersebut, terdapat tiga pasal penting yang menjadi payung hukum keterwakilan perempuan dalam perhelatan Pemilu 2009. Pertama, Pasal 8 ayat (1) huruf (d) pasal ini mengatur ketentuan partai politik dapat menjadi peserta pemilu setelah memenuhi persyaratan menyertakan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. Kedua, Pasal 53 yang mengatur tentang ketentuan bakal daftar calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan. Adapun yang dimaksud Pasal 52 adalah mengatur tata cara pencalonan anggota legislatif dari jalur partai politik. Ketiga, Pasal 55 ayat (2) yang mengatur ketentuan bahwa dalam daftar bakal calon yang dimaksud pada Pasal 55 ayat (1), setiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal calon.

Konsekwensi dari amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tersebut, diharapkan perempuan dapat berkiprah ke dunia politik semaksimal mungkin. Selain dari itu, dalam kaitannya dengan keterwakilan perempuan, juga dijelaskan dalam Undang-undang No.39/1999 dan Undang-Undang No. 7/1984 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan juga mengakui pentingnya jaminan keterwakilan perempuan.

Secara ekspilisit Pasal 46 UU No. 39/1999 menyatakan bahwa sistem pemilihan umum, kepartaian, pemilihan anggota badan legsislatif dan sistem pengangkatan dibidang eksekutif dan yudikatif harus menjamin keterwakilan perempuan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Kemudian dalam Pasal 4 ayat 1 Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan yang diratifikasi melalui UU No. 7/1984 memberi kewajiban kepada negara membuat peraturan khusus guna mempercepat persamaan de facto antara laki-laki dan perempuan.

Harapan kaum perempuan terhadap cita-cita terwujudnya persamaan dibidang politik masih jauh dari kenyataan. Karena apabila kita lihat selama ini di pentas politik parlemen nasional, apalagi di daerah belum nampak signifikansi kuantitatif maupun kualitattif sehubungan politik perempuan di legislatif, termasuk di dalamnya keanggotaan legislatif. Misalnya pada tahun 1999- 2004, yaitu jumlah anggota DPR pada periode tersebut hanya 45 orang atau sekitar 9 persen perempuan. Lebih menarik lagi bila mencermati keterwakilan perempuan diberbagai fraksi di DPR sebagai berikut: TNI 7,9 persen, PDI-P 9,8 persen, Golkar 13,3 persen dan PPP hanya 5,2 persen. (Mulia, 2005).

Kemudian pada periode 2004-2009 dari 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, anggota perempuan hanya 12 persen. Ditingkat DPRD bahkan jumlahnya semakin kecil, hanya 7-8 persen, dan yang lebih memprihatinkan, terdapat satu kabupaten yang tidak terdapat anggota DPRD yang perempuan.

Di Kota Kendari jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Kota Kendari dapat dikatakan juga belum cukup memenuhi amanah undang-undang. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perempuan yang ada di DPRD Kota Kendari. Pada periode tahun 1999-2004 dari 25 orang jumlah anggota DPRD terdapat empat orang (16persen) perempuan, dan pada priode tahun 2004- 2009 keterwakilan perempuan di DPRD Kota Kendari terdapat lima orang perempuan atau tetap mencapai 16 persen dari 30 orang jumlah anggota DPRD. Idealnya periode tahun 1999-2004 anggota DPRD perempuan berjumlah 6-7 orang dan periode tahun 2004-2009 berjumlah 8-9 orang.

Selengkapnya : Studi Persepsi Perempuan terhadap Undang-Undang Kuota 30%

Iklan

3 thoughts on “STUDI PERSEPSI PEREMPUAN TERHADAP UNDANG-UNDANG KUOTA 30%

  1. emansipasi wanita sudah lama diperjuangkan R.A Kartini, sekarang udah terlihat hasilnya. emansipasi memang perlu. asal jangan terlalu melebihi batas sehingga wanita lupa akan kodratnya sebagai wanita. bagaimanapun juga emansipasi perlu namun dibatasi dengan norma-norma yang ada!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s