Noordin M. Top “Komandan Tempur Yang Mudah Menangis”

noordin-m-top11Perilaku Noordin M. Top menebar teror dengan alasan menegakkan akidah Islam memunculkan pro-kontra di mata kerabat dan sahabat kecilnya. Namun, teman serta tetangganya di Pontian, Johor, Malaysia, itu sepakat bahwa Noordin dulu adalah orang yang lembut dan gampang tersentuh.

TERMOMETER di sudut jalan Pontian, Johor, Malaysia, menunjuk angka 34 derajat celsius kemarin. Cukup terik. Di kedai makan di perempatan jalan arteri Pontian-Kuala Lumpur, lima orang asyik bercengkerama. Topiknya, berita yang sedang panas, Noordin M. Top yang lolos dari sergapan Densus 88 di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, Jawa tengah.

”Noordin tu bukan orang sembarangan. Macam Mas Slamet Kastari yang wajah dan penampilannya seperti orang kebanyakan. Tapi, coba tengok, sel berlapis (di penjara) Singapura bisa dia kelabui dengan mudah,” kata pria yang mengaku teman sekolah Noordin bernama Yusuf.

Pria 42 tahun itu akrab dengan Noordin ketika sekolah di Pontian. Dia yakin masih bisa mengenali Noordin, meski gembong teroris tersebut menyamar. ”Pada 2002-2003, ada pasukan polisi yang datang ke kampung ini dan memeriksa. Ketika itu, kami baru tahu ada yang tak benar dengan kawanku tu,” tuturnya.

Yusuf juga kepingin bertemu kembali dengan teman lamanya tersebut. Tapi, dia mengaku tak tahu harus berbuat apa jika bertemu Noordin. ”Mungkin saya akan mencoba menasihati agar dia mengakhiri perjuangan dan menjalani hukuman dengan bertobat,” katanya. ”Tapi, saya merasatak berhak menentukan jalan hidup yang harus dilakoni Noordin,” sambungnya buru-buru.

Salah seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang ditemui di sebuah tempat di Malaysia berpendapat, organisasi yang dijalankan Noordin sekarang sudah menyimpang dari tujuan Jamaah. ”Noordin kini lebih banyak bekerja dan merencanakan aksinya sendiri tanpa komando dari pusat,” ungkapnya.

Memang, Noordin dan sejumlah pelaku pengeboman di Indonesia merupakan anggota JI. Tapi, hasil rekrutannya yang kerap menjadi pengantin -sebutan untuk pelaku bom bunuh diri- tidak bisa disebut anggota JI.

Menurut dia, Noordin kini lebih pas disebut thoifah muqotilah atau komandan pasukan tempur. Mereka bisa bertindak langsung dan merencanakan ”jihad” tanpa menunggu persetujuan imam. ”Dengan begitu, Noordin merasa menjadi salah seorang tokoh JI yang benar-benar menjalankan visi dan misi Islam daripada tokoh lain yang hanya bisa diam dan tidak berbuat apa pun,” paparnya.

Menurut pria yang sudah meninggalkan JI tersebut, Noordin terlibat dalam gerakan radikal itu setelah terpilih menjadi Dewan Petinggi Sekolah Luqmanul Hakim menggantikan Muklas alias Ali Ghufron.

”Noordin terpilih karena dia berkewarganegaraan Malaysia. Itu sesuai peraturan pemerintah Malaysia yang mengeluarkan izin,” jelasnya.

Noordin yang ketika itu menjadi tenaga pengajar di Universiti Technology Malaysia (UTM) berteman akrab dengan Amrozi, Muklas, Ali Imron, Hambali, Zulkarnaen, Faturrahman Al Ghozi, Dulmatin, Imam Samudra, dan rekan sekampus yang merekrutnya, Dr Azhari. ”Seperti Hambali, Noordin pun menemukan istrinya, Siti Rahmah, di sana (Luqmanul Hakim, Red),” tuturnya.

Sepanjang pengetahuan dia, Noordin setidaknya mulai bergabung dengan lembaga pengajian dan ceramah di Luqmanul Hakim pada awal 1996. Ketika itu, Noordin sedang dalam proses menyelesaikan gelar S-1 di UTM.

Dia menggambarkan Noordin sebagai sosok yang mudah tersentuh hatinya. ”Noordin kerap menangis mendengar ceramah atau membaca berita tentang kekejaman Yahudi dan Amerika Serikat di Palestina serta penindasan terhadap umat Islam di tempat lain,” kenang mantan anggota Kumpulan Mujahidin Malaysia (KMM) tersebut.

Selain sebagai kepala Luqmanul Hakim, Noordin menjadi akuntan. Dia punya banyak relasi dan merekrut sejumlah orang berduit untuk membentuk jaringan. Di antara orang-orang itu, kata dia, ada yang hingga kini aktif di sejumlah perusahaan multinasional dan sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Malaysia. ”Tapi, saya tak tahu apakah dia masih menyokong dana sampai sekarang atau sudah berhenti,” katanya.

Bagi sebagian warga Malaysia, Noordin dianggap pahlawan. Pandangan itu berdasar pemahaman bahwa perlakuan Amerika Serikat (AS) dan Yahudi selama ini selalu mendiskreditkan Islam. Bahkan, memberikan cap, Islam mengajarkan teror dan kekerasan.

”Langkah Noordin itu adalah pilihan personal. Kami sebagai orang Islam menghargai dan menghormati orang-orang yang punya pilihan dalam hidup, tidak mengambang,” ujarnya.

Tapi, mengapa Indonesia jadi sasaran teror? Pria yang tak bersedia namanya disebutkan itu memberikan berbagai alasan. ”Secara akidah, Islam di Indonesia sudah bergeser karena pengaruh Yahudi dan AS,” ungkapnya.

Apalagi, pejuang disarankan memilih lokasi strategis dan potensial agar berdampak maksimal. ”Ini bukan lagi masalah bangsa atau nasionalisme. Tapi, jauh di atas itu. Yakni, kewajiban utama setiap muslim untuk memerangi kaum kafir dan mereka yang merusak akidah Islam,” tegasnya.

Namun, warga lain menilai bahwa Noordin adalah orang yang tersesat. Dia lebih memilih menebar teror dan meninggalkan anak-istrinya. Perempuan yang mengaku sebagai teman masa remaja Noordin di Pontian mengungkapkan, Noordin dulu merupakan sosok ayah yang baik dan suami yang bertanggung jawab. ”Pribadinya hangat. Dia suka anak-anak,” katanya.

Kini, anak-anak Noordin telah tumbuh besar dan tak mengenal ayahnya. ”Pernah saya bertemu anak-anaknya. Mereka tampak asing ketika saya bertanya, mana ayah kalian? Tatapan mata mereka penuh tanda tanya,” tutur perempuan itu. Matanya berkaca-kaca.

Bisa jadi, ketiga anak Noordin tak peduli pada ayahnya. Di Pesantren Luqmanul Hakim Minggu lalu, mereka -si sulung laki-laki berusia sepuluh tahun dan dua adik perempuannya berumur sembilan dan delapan tahun- bersepeda di halaman serta bergurau bersama teman-temannya.

Bahkan, si bungsu sudah terbiasa dengan kehadiran orang asing di lingkungannya. Tapi, ketika dihampiri, seseorang memanggilnya dari balik pintu. ”Anda lihat sendiri seperti apa keluarga yang ditinggalkannya sekarang,” katanya.

”Saya sebagai wanita yang pernah mengenalnya merasa ada yang tidak benar pada Noordin. Dia meninggalkan keluarga yang (bagi sebagian besar orang, Red) merupakan surga dunia bagi seorang ayah,” tambahnya. Perempuan itu menghapus air matanya. (*/cfu)

Iklan

One thought on “Noordin M. Top “Komandan Tempur Yang Mudah Menangis”

  1. Kalau boleh kasih komentar….

    Tapi, mengapa Indonesia jadi sasaran teror? Pria yang tak bersedia namanya disebutkan itu memberikan berbagai alasan. ”Secara akidah, Islam di Indonesia sudah bergeser karena pengaruh Yahudi dan AS,” ungkapnya.

    kalau memang Indonesia secara akidah sudah bergeser karena pengaruh yahudi dan AS kenapa Noordin gak Nge Bom di AS atau Israel saja.. itukan biangnya… tentu pahalanya lebih besar….

    Apalagi, pejuang disarankan memilih lokasi strategis dan potensial agar berdampak maksimal. ”Ini bukan lagi masalah bangsa atau nasionalisme. Tapi, jauh di atas itu. Yakni, kewajiban utama setiap muslim untuk memerangi kaum kafir dan mereka yang merusak akidah Islam,” tegasnya.

    dibandingkan Indonesia, mungkin Australia atau Singapura atau bahkan Malaysia sendiri juga memiliki lokasi yang strategis…

    jadi selain melakukan investasi dan take over perusahaan-perusahaan di Indonesia, di bidang perbankan, dan Rumah Sakit… tenyata Malaysia juga mengekspor terorisnya ke Indonesia…

    tentu saja pengambilan pulau dan daerah perairan Indonesia jadi incaran juga….

    Bagi sebagian warga Malaysia, Noordin dianggap pahlawan.

    jelas saja dianggap pahlawan… karena bomber yang dilakukan oleh Noordin, maka nilai investasi di Indonesia menurun, karena naiknya country Risk negara Indonesia… lantas pengusaha Malaysia dapat membeli terus perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dengan harga murah. disisi lain, dari segi pariwisata, tentu akan berkurang karena isu bom, tentu saja ada opportunity bagi malaysia untuk menggambil alih para turis tadi agar berkunjung ke malaysia…

    lantas, apakah masih pantas kita bangsa Indonesia membanggakan Noordin .. yang notabene orang malaysia… dan yang menguntungkan malaysia….

    coba renungkan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s