Cinta “Mati” Antasari Azhar

Rani Juliani dan Antasari AzharAntasari Azhar memang tokoh fenomenal. Kali pertama duduk sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ia diragukan. Tapi ternyata berhasil gilang-gemilang. Kini ketika sudah di pucuk langit tiba-tiba jatuh ke dasar jurang. Hancur nama dan karirnya. Dia disangka menjadi aktor intelektual dari pembunuhan Nasrudin, lelaki yang diduga rivalnya dalam berebut cinta dengan Rhani Juliani.

Kasus ini bak panah Pasopati. Diluncurkan satu berkembang menjadi ribuan asumsi. Tiap asumsi melahirkan ribuan tafsir. Dan saban tafsir ditafsir ulang para penafsir berdasar strata sosial. Kita tidak ke sana. Kita simpel-simpel saja sambil menunggu proses hukum berjalan. Itu agar tidak ikut terperosok dalam kubangan pendapat yang sudah penuh polutan.

Lepas Antasari salah atau tidak terbukti, tapi cinta yang menjadi pangkal kejatuhan. Cinta terhadap lawan jenis sebagai ranjau penghadang. Cinta ini memang ‘seteru purba’ laki-laki. Itu bisa dirunut dari tragedi Habil dan Qobil, Julius Caesar-Cleopatra, Napoleon Bonaparte dan Josephine, Bill Clinton dengan Monica Lewinski, sampai Yahya Zaini-Maria Eva, Max Moein-Desi, Al Amin-Eifel dan kini Antasari-Rhani. Semua berlatar cinta. Cinta birahi.

Cinta ini diskenario atau bukan selalu punya hulu ledak yang ampuh. Yang penampil punya rumus ‘gumuk manukan’ demi karir dan popularitas. Pakem primbon ledek itu mensyaratkan penyerahkan keperawanan bagi maesenas potensial. Dia tidak tabu jadi gundik. Dan rata-rata punya amalan yang dirapal saat ritus seks agar sang lelaki mana saja yang mengencani lengket kayak prangko.

Matahari, agen spionase berdarah Jawa-Belanda juga mengumpan tubuhnya untuk mengorek informasi. Itu demi tugas yang disandang sebagai agen rahasia. Sedang untuk kepentingan bisnis seks, Hartono yang dulu ‘juragan ayam’ mewajibkan ‘ayam-ayamnya’ mempelajari teori senggama kala pagi sebelum praktek. Mereka menyimak seksama video porno, dan menyimpan di mimetiknya kelemahan laki-laki.

Eksplorasi total kelebihan genital itu letak kekuatan di balik kelemahan wanita. Wani ditata, berani ditata, diatur laki-laki. Tidak terbayangkan lagi powernya kalau dia jadi perempuan. Keliaran berpadu dengan kecerdasan dan kebebasan berekspresi, maka hampir pasti laki-laki mana saja klepek-klepek dibuatnya.

Kekuatan dan kelemahan perempuan memang kodrat. Sama dengan laki-laki. Untuk itu agama dan hukum mengaturnya agar harmonis, tidak barbar dan chaostis. Maka ketika Nasrudin terbunuh dengan luka tembak bermotif wanita, maka kita seperti dibawa ke zaman baheula. Zaman sebelum kenal peradaban.

Kita makin tak habis pikir tatkala tersangka pembunuhan itu diduga ‘diotaki’ Sigid Haryo Wibisono bos Harian Merdeka, mantan Kapolres Williardi Wizar dan Antasari Azhar. Itu pula yang menyulut beragam spekulasi. Ada yang menebak ‘orang-orang besar’ itu dijebak atau masih tersembunyi lagi ‘orang yang lebih besar’ yang mendalangi.

Motifnya memang gampang dicari dari celah-celah aktivitas serta pergaulannya. Dari persaingan bisnis hingga kompetisi jabatan yang ketat. Bisa pula melalui asumsi skenario terencana agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipandegani Antasari mandeg kiprahnya.

Sejauh dari pemberitaan yang gencar, rasanya motif itu gampang tanggal. Indikasi yang mengarah kesana amat lemah. Justru dari hari ke hari kesan keterlibatan ‘orang-orang besar’ itu semakin mengental. Memang mereka bukan eksekutornya. Tapi bukti materiil menguatkan keterlibatannya.

Jika hukum kelak mampu menyibak di balik keremangan kasus ini, maka dengan segala rasa sakit dalam dada, kita wajib memberikan apresiasi. Itu sebagai sinyal hukum di negeri ini mulai tegak. Tidak pandang teman, tidak pandang institusi, dan tidak pandang jabatan. Sebab kita tahu bagaimana kedekatan Sigid Haryo Wibisono dengan penyidik, juga Williardi Wizar mantan Kapolres Jakarta Selatan serta Antasari Azhar.

Memang sulit kita menerima ‘kenyataan’ ini. Itu karena hati kita sudah lama terstimulasi untuk memberi hormat. Laku dan tindak mereka sangat baik dan terpuji. Malah sedang tumbuh keyakinan di batin ini, bahwa tokoh-tokoh yang siap jadi martir bagi perbaikan negeri ini mulai bermunculan untuk membawa Indonesia ke gerbang yang dicita-citakan.

Adakah mereka memang melakukan perbuatan barbarik itu? Ini yang sedang kita tunggu sama-sama!

Tulisa Terkait

Rani Juliani

Iklan

34 thoughts on “Cinta “Mati” Antasari Azhar

  1. SUNGGUH ANEH RANI JULIANI PERGI KEHOTEL DIANTAR SUAMI DAN MENGAKTIFKAN HANDPHON MASA KALAU BUKAN WANITA PENGHIBUR ISRTRI RESMI YANG DICINTAI SUAMI BERANI MENGORBANKAN ISTRINYA DIPAKAI ORANG LAIN. ANEHKAN RANI ISSTRI SIRIH YANG TIDAK DIKETAHUAI KELUARGA SUAMINYA. BONGKAR YANG SEBENARNYA PERMAINAN HUKUM INI AGAR PEJABAT HUKUM YANG BENAR BAIK DAN JUJUR TIDAK TERJEBAK.

  2. Setuju banget …. ! Selain para koruptor yang udah kadung dendam krn nggak bisa lagi melebarkan sayap, juga banyak pihak2 yang mengincar posisi AA di KPK. Buat Ibu Ida Laksimiwati, sabar ya bu…… Pak AA nggak mungkin tergila2 dengan Rani, tapi kalo Rani-nya sendiri yang tergila2 dgn Pak AA, itu sudah pasti….

    Kalau yang tergila2 cuma rani gak akan mungkin ada “main” di Hotel berduaan.

  3. Pemberantasan korupsi jangan sampai terhenti karena AA sedang “beristirahat”. Ya Allah bimbinglah pemimpin kami dan selamatkanlah mereka!

  4. Saya jadi tertarik membahas persolaan ini yang membuat saya tertarik adalah ketika ada kasus seperti ini berlomba-lomba para blogger memasukan berita ini sebagai headline ya, tentu sudah tahu dong apa yang dicari apalagi kalau bukan ratting pengunjung,dan yang memprihatinkan kita adalah blog berubah status … kiranya untuk para bloger saya harapkan untuk tetap konsisten dalam memuat dan tujuan dari blognya sendiri(peace)

  5. Rani segitu aja diperebutkan. Gadis kota cuma menang make up doang. Jika habis bangun tidur pasti kelihatan jeleknya, atau pasti lagi be’ol di bilik termenung. Yang bunuh-bunuhan karena masalah wanita, adalah mereka yang pikirannya dangkal. Apa yang terlalu dipilih dari seorang wanita, spare partnya beda-beda tipis, yang kentara bedanya cuma case-nya saja.

    Wanita itu ibarat kanvas lukisan, tergantung sang Maestro memoleskan kuasnya membentuk gambar yang cantik atau buruk dalam pandangan mata kasar.
    Jika mau yang natural, datang ke tempat kami, masih banyak wanita Dayak yang cantik belum tersentuh make up, daripada bunuh-bunuhan.
    Salam dari tenggara kalimantan, http://www.imisuryaputera.co.nr

  6. menurut saya setiap wanita mempunyai daya tarik masing2 tergantung orang yang akan melihatnya sebenarnya bukan hanya rani yang mengalami situasi seperti itu masih banyak rani-rani lain diluar sana yang mempunyai nasib yang sama cuma bedanya perselingkuhan rani dengan orang penting jadilah rani seorang selebritis dengan tanda petik…..wow??? untuk rani jadilah diri kamu sendiri and tampilah kemuka publik katakan apa yang menurut kamu benar (contohlah monica lewinski)

  7. g tau dech ….! mana yg bener….
    salud tuk rani aja….coz dia tulang punggung keluarga
    meski harus nikah sama para konglomerat
    yang hanya tau nafsu aja…..

    Rani ..klo terlibat …yang resiko masuk bui
    klo g terlibat….sabar aja tuk rani
    MENGEJAR MIMPI TANPA BATAS…tuk rani…

  8. Untuk bang penulis artikel,… memang sebaiknya kita tidak usah ikut nambah-nambahin prasangka yang sudah semakin ngawur, kabur, dan uzur,…. tapi dengan anda bercerita tentang kisah cinta,wanita, spionase, peran dalam di suatu cerita dll. tersebut kesan-saya seolah-olah anda ingin membenarkan memang adanya unsur cinta segitiga,…. wah ya sama aja mas….saya hanya baca ini sepertinya memang skenario pemghancuran seseorang… agar kiprah pemberantasan anti Korupsi di Indonesia melemah…. terlepas dari nanti terbukti apakah Bp. Antasari bersalah apa tidak.

  9. Hebat deh tulisannya, Moga-moga kebanyakan dari kita berfikir demikian. Dan mereka yang mengadili tidak salah mengambil kesimpulan…..Kalo sampe keliru dah pasti deh dia akan dapat azab yg sangat pedih. Setuju juga owe ma hukum Tuhan. Gmn You? Klo gak setuju, ya.. gak papa jg!.
    #@??##$#@>>>&%&@!

  10. kita doain aja P.AA agar semua ini dapat terbuka dengan transparent, rasa-2nya nggak mungkin kakalu demi rani sampai pakai bunuh-2an lagi pula dari mana dokunya buat schenario kayak begitu? Jahat bangetbtuh politikus-2 busuk dan koruptor-2, beraninya main jebak-2an aja.

  11. foto diatas itu kayaknya kok potopos, eh potosop seh, prihatin pada hal ini, karena kami cuma mengkuatirkan adanya pelemahan dan pengkerdilan nyali dari para pemberantas korupsi dan angin segar bagi para koruptor

  12. g mungkin kisah membayar untuk membunuh p nas 500 jt kl mau kawin kontrak 100 jt sudah dapat pasti ada skenario besar yang akan di bongkar tapi mencari kambing hitam ingat hukum tuhan lebih pasti di banding hukum manusaia jadi bisa aja orang merekayasa tapi tuhan g bisa di bohongi buat bapak antasari azhar bersabar aja karena sekarang DPR besikukuh keras untuk mengganti sementara ketua KPK belum final di tambah dengan pemeriksaan yang lambat dan berbelit belit thks

    1. Setuju banget …. ! Selain para koruptor yang udah kadung dendam krn nggak bisa lagi melebarkan sayap, juga banyak pihak2 yang mengincar posisi AA di KPK. Buat Ibu Ida Laksimiwati, sabar ya bu…… Pak AA nggak mungkin tergila2 dengan Rani, tapi kalo Rani-nya sendiri yang tergila2 dgn Pak AA, itu sudah pasti….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s