PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STATUS SOSIAL ANAK DI LUAR NIKAH

AnakSecara kodrat manusia hidup di dunia ini berlainan jenis kelaminnya (laki-laki dan perempuan) yang secara alamiah mempunyai daya tarik-menarik antara manusia satu dengan manusia yang lain untuk hidup bersama. Manusia tidak akan dapat berkembang tanpa adanya perkawinan, karena perkawinan menyebabkan adanya keturunan. Lahirnya keturunan menimbulkan keluarga yang berkembang menjadi masyarakat dan kerabat. Jadi perkawinan merupakan unsur tali-temali yang meneruskan kehidupan manusia dan masyarakat.

Perkawinan bagi makhluk yang berlainan jenis bukanlah sekedar “kumpul” antara dua jenis berbeda sebagaimana mahluk lainnya, tetapi perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera, bahkan untuk membangun, membina dan memelihara hubunggan kerabat yang rukun dan damai.

Sebagaimana yang terkandung dalam UU No. 1 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Perkawinan bahwa: “Perkawinan adalah ikatan bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagaimana suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan ketat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Djoko Prakoso, 1987:14).

Berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Perkawinan di atas, jelaslah bahwa calon suami istri memikul amanah dan tanggung jawab bersama dalam membina suatu rumah tangga. Oleh karena itu, dituntut adanya kedewasaan dan kematangan fisik dan mental, sehingga keserasian lahir dan bathin dapat diwujudkan.

Hal yang sama juga diuraikan dalam Majalah Nasehat Perkawinan No. X Juni 1981, penerbit BP4 dikatakan bahwa: “perkawinan merupakan suatu ikatan yang sah untuk membina suami-istri memikul amanah dan tanggung jawab, oleh karenanya akan mengalami suatu proses psykologis yang berat yaitu kehamilan dan melahirkan yang meminta pengorbanan, (1981:12).

Selengkapnya

Iklan

4 thoughts on “PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STATUS SOSIAL ANAK DI LUAR NIKAH

  1. semua manusia pada awalnya suci, meskipun lahir di luar pernikahan. oarng tuanya lah yang berdosa. jangan pernah pandang miring anak-anak yang polos ini. save children without parents.

  2. semua manusia pada awalnya suci, meskipun lahir di luar pernikahan. oarng tuanya lah yang berdosa. jangan pernah pandang miring anak-anak yang polos ini. save children without parents.

  3. terkadang itu tidak fair bagi anak yang dilahirkan.. ini semua kehendak allah bagaimana dan dengan cara yang bagaimanpun mereka terlahir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s