Hidup Sportif Berdasarkan Hukum Alam

Saya adalah seorang yang suka main Tenis Meja karena permainan ini sangat menjunjung sprotifitas. Sebagai contoh, ketika bola menyangkut di net namun tetap berhasil masuk ke kawasan lawan, si pemukul bola bukannya terkesan senang, tapi malah meminta maaf.

Ini artinya, walaupun dia berhasil mendapatkan poin, tapi dia tidak bangga karena poin itu dia dapat secara kebetulan. Seorang sportman sejati tidak ingin mendapatkan kemenangan dari hal yg kebetulan. Mereka percaya bahwa kemenangan yg memuaskan dalam sebuah kompetisi adalah kemenangan yang dicapai dg kerja keras, bukan oleh faktor luck atau untung-untungan. Karena, mencapai keberhasilan yg dihasilkan dengan factor keberuntungan adalah ciri tipikal jiwa pemalas dan bodoh; dan itu bukanlah ciri khas seorang olahragawan yang sportif.

Dalam hidup tidaklah begitu berbeda. Tradisi sportif semacam itu selalu menjadi bagian inheren yg melekat pada kalangan pekerja keras yg selalu mengandalkan sebuah keberhasilan dari kerja kerasnya. Orang-orang semacam ini ketika berhasil akan bersyukur dan bergembira; namun tidak terlalu berlebihan. Karena dia tahu, prestasi belajar atau kerjanya itu sudah layak dia peroleh atas dasar hasil kerja kerasnya selama ini.

Bangsa Indonesia, saya dan Anda, secara umum adalah kalangan pemalas. Kita selalu bermimpi mencapai prestasi tinggi, berhasil dalam karir, menjadi orang besar, dll; namun pada waktu yangg sama kita tidak melakukan the unwritten rule hukum alam: bahwa untuk berhasil dalam kuliah harus rajin belajar; bahwa untuk berhasil dalam karir harus dicapai dengan dedikasi dan kerja keras serta kreatifitas tinggi serta kapabilitas mumpuni.

Karena keengganan kita mengikuti aturan hukum alam tsb., maka terjadilah berbagai jalan pintas untuk mencapai keberhasilan: dengan KKN, menyogok untuk menjadi PNS dengan bermimpi dan berdoa (bagi mahasiswa), dengan pergi ke dukun-dukun sakti bagi pejabat, dll. Bagi kalangan wanita karir yg ambisius tapi tak pintar, tidak sedikit dari mereka yg rela mengorbankan tubuhnya untuk mencapai ambisi karirnya.

Sungguh indah kalau kita mencapai prestasi tinggi dan sukses di bidang apapun yg kita inginkan dngan kerja keras dan belajar keras; bukan dengan bermimpi dan mengharapkan dewi keberuntungan mendatangi kita. Karena bangsa ini memerlukan generasi yang memiliki tradisi hidup sportif untuk bisa lepas dari keterpurukannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s