September 14, 2009
Setiap bangsa memiliki kebudayaan, kebudayaan daerah merupakan bagian terpenting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Keanekaragaman budaya bangsa itu juga tercermin dalam keragaman bahasanya. Hal ini merupakan warisan budaya bangsa yang mempunyai sumbangan yang sangat besar bagi terwujudnya bahasa nasional di Indonesia.
Keanekaragaman seni sastra terintegrasi pada kebudayaan manusia. Keberadaan seni sastra sebagai bagian dari kebudayaan manusia merupakan sesuatu yang dapat merentang ke arah kehidupan yang multidimensi yang menyelusup memasuki corak kehidupan yang paling dalam. Oleh karena itu, sastra sebagai karya seni yang bulat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kebudayaan. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair
September 11, 2009
Kondisi perekonomian bangsa, dimana peran koperasi untuk mengatasi krisis ekonomi. Koperasi merupakan lembaga keuangan bukan bank yang dibentuk untuk mengelola dana yang dihimpun oleh anggota guna membiayai kebutuhan koperasi dan keanggotaanya. Dana tersebut dihimpun melalui simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela serta kegiatan usaha lainya yang dilakukan oleh koperasi untuk mendapatkan SHU yang besar.
Dana yang dihimpun koperasi tersebut dikelola oleh manajemen koperasi selanjutnya dapat digunakan untuk pemberdayaan, perkembangan dan usaha lainya serta membantu anggota melalui pinjaman dengan ketentuan yang diatur dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dana tersebut disalurkan kepada yang memenuhi syarat untuk memperoleh kredit, seperti anggota koperasi dan masyarakat lain yang dianggap layak memperoleh kredit dari koperasi. Kelayakan pemberian kredit atau pinjaman koperasi sangat tergantung dari keberadan dana dan sumber dana yang diperoleh koperasi, oleh karena itu besar kecilnya dana yang dimiliki koperasi dapat memberikan pengaruh kepada aktivitas pemberian kredit pada koperasi karya samaturu. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair
September 7, 2009
Pembangunan di bidang kesehatan pada hakikatnya merupakan bagian integral dari pembangunan kesejahteraan bangsa secara berkesinambungan, terus menerus dilakukan bangsa Indonesia untuk menggapai cita-cita luhur, yakni terciptanya masyarakat yang adil dan makmur, baik spiritual maupun material. GBHN 1999 mengamanatkan perlunya meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung melalui pendekatan paradigma sehat, dengan memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan , pemulihan, dan rehabilitasi (Aditama dan Hastuti, 2002).
Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik. Status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. Masalah gizi kurang dan buruk dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi. Secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, ketersediaan pangan, faktor sosial ekonomi, budaya dan politik. Apabila gizi kurang dan gizi buruk terus terjadi dapat menjadi faktor penghambat dalam pembangunan nasional. Secara perlahan kekurangan gizi akan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta rendahnya umur harapan hidup. Selain itu, dampak kekurangan gizi terlihat juga pada rendahnya partisipasi sekolah, rendahnya pendidikan, serta lambatnya pertumbuhan ekonomi (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2007 ). Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair
September 1, 2009
Asesmen psikologi memiliki rentang cakupan yang sangat luas. Dalam asesmen psikologi mengintegrasi informasi dari berbagai sumber. Asesmen membantu seseorang dalam mendapatkan gambaran tentang karakteristik potensi kerja dari segi kemampuan dan dari segi kesanggupan dirinya, dalam bentuk kegiatan seperti seleksi penempatan, atau review pontensi untuk pengembangan diri.
Asesmen psikologi dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik yang bervariasi seperti ragam tes psikologi. Awalnya, fungsi tes psikologi adalah untuk mengukur perbedaan-perbedaan antara individu atau antara reaksi individu yang sama dalam situasi yang berbeda. Asesmen psikologi merupakan tahapan yang paling penting sebelum intervensi psikologi dilakukan. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair
September 1, 2009
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Gaya hidup atau life style ini menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari suatu penyakit tidak menular. Hasil studi menunjukkan bahwa perokok berat telah memulai kebiasaannya ini sejak berusia belasan tahun, dan hampir tidak ada perokok berat yang baru memulai merokok pada saat dewasa. Karena itulah, masa remaja sering kali dianggap masa kritis yang menentukan apakah nantinya kita menjadi perokok atau bukan (Bustan, 2000).
Efek langsung yang dialami oleh orang yang merokok misalnya: aktivitas otak dan sistem saraf yang mula-mula meningkat lalu kemudian menurun, perasaan euforia ringan, merasa relaks, meningkatnya tekanan darah dan denyut jantung, menurunnya aliran darah ke anggota badan seperti jari-jari tangan dan kaki, pusing, mual, mata berair, asam lambung meningkat, menurunnya nafsu makan, dan berkurangnya indera pengecap dan pembau. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair
September 1, 2009
Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan adalah melalui pembangunan kesehatan. Upaya perbaikan kesehatan antara lain dilakukan melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan pemukiman dan perbaikan gizi masyarakat. Berbagai upaya pembangunan kesehatan telah di upayakan oleh pemerintah bersama masyarakat, namun penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat termasuk penyakit kusta (Depkes RI, 2005).
Penyakit kusta tersebar diseluruh dunia dengan endemisitas yang berbeda-beda. Diantara 122 negara yang endemis pada tahun 1985, 98 negara telah mencapai eliminasi kusta yaitu prevalensi rate < 1/10.000 penduduk. Pada tahun 1991 World Health Assembly telah mengeluarkan suatu resolusi yaitu eliminasi kusta tahun 2000. Pada 1999, insidensi penyakit kusta di dunia diperkirakan 640.000 dan 108 kasus terjadi di Amerika Serikat. Pada 2000, Word Health Organisation membuat daftar 91 negara yang endemik kusta. 70% kasus dunia terdapat di India, Myanmar, dan Nepal (Depkes RI, 2005). Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh Abdul Syair