Dinasti Suharto Berlanjut Lagi

SoehartoPasca pemilu, apapun yang terjadi, analisa mendalam perlu diambil demi masa depan bersama.

Ibarat mengedit sebuah flm berjudul Pemilu 2009, saya harus memutuskan darimana Film dimulai, dan dimana film itu berakhir, dengan meningalkan sebuah pesan kepada penontonnya. Film tersebut kita tonton bersama lalu kita coba menangkap pesan dari film tersebut, pesan itu menjadi bahan referensi bagi kita bersama, untuk melangkah ke Film seri berikutnya.

Ditengah proses editing, ternyata saya merasa perlu menampilkan flashback atau cuplikan cuplikan film, 5 bahkan 10 tahun yang lalu, bahkan lebih dari itu, karena sesungguhnya, Sejarah  masa kini dan akan datang, adalah sebuah sinetron kehidupan yang perlu dilihat secara keseluruhan, jika kita ingin memahami film tersebut secara utuh.

Beberapa bulan sebelum Pemilu Legislatif,  beberapa talkshow menampilkan topik visi misi partai secara proporsional, mungkin semua partai peserta pemilu mendapat kesempatan menyampaikan visi misinya dan semua visi misi partai ( selain partai demokrat)  adalah kritik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan, tidak terkecuali  visi misi partai PAN, PKS, PKB DAN PPP, (empat partai yag kemudian ternyata berkoalisi dengan partai yang dikritiknya) semuanya mengkritik kinerja pemerintahan yang sedang berjalan.

Materi  kritik antara lain tentang hutang yang bertambah, pengelolaan sumber daya alam dan pembagian hasilnya yang lebih menguntungkan pihak asing, ada pula yang menyinggung tentang sumber dana kampanye yang belum transparan, memungkinkan dana asing masuk dengan konsekwensi  yang diperkirakan akan merugikan rakyat Indonesia. Ajakan untuk kembali ke konstitusi UUD45 adalah salah satu solusi yang mereka tawarkan waktu itu, salah satunya pasal 33 yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya alam oleh Negara dan manfaat yang sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ibarat pertempuran dunia persilatan, Demokrat dikeroyok rame-rame para pengkritiknya.

Apa yang terjadi setelah Pemilu Legislatif usai dan dimenangkan oleh Partai Demokrat, partai yang menjadi sasaran kritik oleh semua partai peserta pemilu. PKB & PPP tanpa pikir panjang langsung merapat berkoalisi dengan partai yang   beberapa bulan mereka kritik. Khusus Partai PAN & PKS beberapa saat mengalami pergolakan di dalam, kubu yang memilih untuk tidak berkoalisi VS kubu yang menganggap koalisi  merupakan pilihan yang lebih bijak. Kemudian kedua partai tersebut mengajukan CAWAPRES, mungkin dengan maksud mengawal kebijakan kebijakan Presiden terpilih di masa datang, sambil menunggu jawaban kedua partai coba meredam konflik internal partai. Tanpa mereka sadari tawaran CAWAPRES mereka tidak pernah sedikitpun diperhatikan apa lagi dipertimbangkan untuk diterima. Jauh sebelum keputusan itu diambil SBY mengatakan sudah megantongi  sebuah nama yang akan ia buka pada saatnya, saya baru sadar sekarang,  strategi  terus memberi  harapan kepada kedua partai tersebut  adalah sebuah strategi untuk tetap memegang buntut PKS & PAN agar supaya tidak lari ke Partai atau Koalisi lain. Satu lagi kemungkinan yang hampir pasti adalah, alasan SBY menunda pengumuman CAWAPRES pilihanya adalah untuk menghindari manuver The King Maker “Amin Rais” yang sangat  ditakuti lawan lawan politiknya. Sampai pada hari terakhir pendaftaran calon presiden Pukul 7 malam, yang artinya 12 jam sebelum hari H, Nama Boediyono pun muncul, dan benar perkiraan Demokrat,  ada resistance dari PAN & PKS tapi tidak cukup waktu untuk mereka berimprovisasi, The King Maker Amin Raispun tidak bisa lagi melakukan manuvernya.

Kampanye pun dilakukan oleh semua CAPRES & CAWAPRES,  Penawaran yang lebih menarik dari BLT ( BLT adalah  Senjata pamungkas Partai Demokrat ) ditawarkan oleh partai lain, sayang waktu yang terlalu singkat membuat tawaran menarik itu tak sempat terdengar oleh seluruh rakyat. Banyak yang menganggap Tim sukses  pemenang Pemilu mempunyai   strategi yang hebat, bagi saya mereka biasa biasa saja, kalau kita lihat data BPS lebih dari 60% rakyat Indonesia adalah rakyat miskin, sebagian besar malah tinggal di pedesaan, waktu menonton televisi  mereka tidak banyak, waktu mereka  sudah habis untuk bekerja mencari sesuap nasi. Ditambah lagi TV nasional kita yang belum 100% independen buktinya banyak iklan Mega Pro yang ditolak. Pola pikir mereka simple simple aja, pilih lagi SBY, BLT dilanjutkan, mereka tidak tau kalau dana BLT hanyai sampai bulan September atau oktober, seperti dengan jujur diakui oleh tim sukses SBY di salah satu Acara di METRO TV, seusai Pemilu PILPRES. Bagi saya pada saat BLT mulai dibagikan disitulah Kampanye Demokrat sudah dimulai. Itulah sebabnya survey yang dilakukan sebelum pemilu oleh beberapa lembaga menunjukan elektabilitas SBY tinggi. Dan elektabilitas yang tinggi itu perlahan lahan menurun seiring dengan penyampaian visi misi partai partai lain yang mencoba mencerahkan kepada public tentang bagaimana keadaan Indonesia apa adanya. Yang menarik,  Elektabilitas JK menjelang PEMILU menunjukan grafik yang menanjak naik cukup cepat, bahkan salah satu penyelenggara survey mengatakan, jika PEMILU diundur beberapa bulan kemungkian JK bisa menang, itu berarti kampanye golkar, sebenarnya sukses, dengan pertimbangan, dalam waktu singkat bisa mempengaruhi Elektabilitas SBY yang dibangun jauh sebelum PEMILU ( pada saat BLT mulai dibagikan )

Khusus BLT saya yakin itu adalah ciptaannya JK, karena saya meliput pembahasannya 3 tahun lalu,master filmnyapun mungkin masih ada di Kantor Pos Pusat dekat lapangan banteng. Tapi design JK tentang BLT itu dananya diambil dari penghematan di subsidi BBM, bukan dari pinjaman asing seperti temuan BPK belakangan ini.  Tapi sekali lagi rakyat miskin tidak punya waktu untuk memikirkan siapa yang menciptakan BLT dan dari mana sumber dana BLT, yang ada dalam pikiran mereka, pilih lagi SBY maka BLT dilanjutkan. Rakyat miskinpun tidak punya waktu memikirkan kontrak karya pengelolaan sumber daya alam kita yang lebih meguntungkan pihak asing, mereka juga tidak terlalu memikirkan hutang Negara yang bertambah 400 trilyun seperti  yang diinformasikan oleh Rizal Ramli, salah satu CAPRES independen, padahal hutang itu akan membebani kita semua di kemudian hari, dengan kenaikan harga barang barang kebutuhan pokok dan barang lain pada umumnya karena akan berkurangnya Subsidi,  Mereka juga tidak percaya 100% pada janji CAPRES lain yang sesugguhnya lebih bagus dari sekedar BLT. Mereka lebih percaya dengan apa yang sudah dan sedang berjalan yaitu BLT.

Satu lagi imajnasi saya tentang kemenangan Demokrat, baik pada Pemilu 2004 maupun Pemilu 2009 adalah, mungkin… sebenarnya yang mewarisi tahta Dinasti Suharto adalah SBY,  bukan GOLKAR, dan bukan Prabowo mantan mantunya. Khusus di tahun 2004, saya yakin sekali Soeharto masih merupakan tokoh yang masih bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia, ibarat organisasi di itali, ia masih merupakan  GODFATHER yang dari tempat tidurnya masih bisa mengatur pergerakan para pengikutnya. Saya ingat dalam suatu Talkshownya AA Gym, AA Gym sebagai presenter menanyakan tentang apakah SBY akan mengusut kasus Suharto baik itu penelusuran hartanya di luar negri maupun kasus kasus yag lainnya, dan pada waktu itu SBY diam saja, tidak menjawab, bahkan beberapa detik sempat terjadi hening tanpa ada suara, sebelum akhirnya AA Gym menegur, “ Halo halo pak …kok diem”, SBY tetap diam dan akhirnya Iklan masuk mencairkan suasana yang kaku, dan setelah iklan AA Gym mengalihkan pertanyaan ke topik lain. Bukti lainya adalah di kedua Pemilu 2004 & 2009 Demokrat menang di daerah cendana.

So kalau benar prediksi saya, tanpa Amin Rais sadari, dan juga mungkin tanpa PKS sadari mereka telah berkoalisi dengan pewaris tahta musuh lamanya di reformasi, menurut  saya sebaikya kedua partai itu berkoalisi dengan GOLKAR “BARU”  atau dengan GERINDRA. Sayang seperti yang saya uraikan di atas,mereka terjerat dan kehabisan waktu untuk berimprovisasi.

Akhir kata saya ingin mengingatkan kepada rekan rekan sebangsa dan setanah air, bahwa seburuk apapun  pemerintahan yang ada sekarang, yang menjadi musuh kita adalah their mind, pola pikirnya, sedang orang orangnya adalah tetap saudara sebangsa, yang mesti kita cintai juga, pertanyaannya sekarang, bisakah kita berperang dengan their mind tanpa melukai  orang orangnya, demi persatuan bangsa, jawabanya adalah, harus bisa. Dan mungkin demikianlah yang ada dalam benak saudara saudara kita di PAN & PKS,mereka akan  mengkoreksi dari dalam, betapapun sulitnya mereka akan mengeluarkan segenap kemampuannya demi kepentingan rakyat Indonesia. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh beberapa partai oposisi untuk selalu mengontrol dengan ketat jalannya pemerintahan, dan semua mereka lakukan demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia tanpa melupakan Persatuan Indonesia Semoga begitu.

About these ads

3 comments on “Dinasti Suharto Berlanjut Lagi

  1. Assalamu alaikum.
    BUNG, SPORTIF DOOOOONG, RAKYAT SUDAH PUNYA PILIHAN, YAITU BAPAK SBY, SAYA BUKAN ORANG POLITIK, TETAPI SAYA HORMAT PADA SOEHARTO KARENA BELIAU PAHLAWAN,
    JIKA ANDA MEMANDANG SESEORANG DARI KEBURUKANNYA, ANDA AKAN BUTA DENGAN KEBAIKANNYA, PAK HARTO ITU PAHLAWAN, PAK SBY ITU PILIHAN, ANDA BUKAN SIAPA2, MEMANGNYA ANDA PERNAH BERBUAT APA TERHADAP NEGARA, KOK BISA2NYA MENYINGGUNG 2 ORANG BESAR YG BERPRESTASI DI INDONESIA?, INGAT YA PAK SEKALI LAGI, JIKA ANDA MEMANDANG SESEORANG DARI KEBURUKANNYA, ANDA AKAN BUTA DENGAN KEBAIKANNYA, DAN JIKA ANDA LEBIH BANYAK MENGKRITIK DARI PADA MEMUJI, ANDA SAMA SEKALI TIDAK AKAN PUNYA KARYA……..

  2. ORLA dan ORBA dua fase yang pernah dilewati perjalanan bangsa ini, setiap fase berakhir karena ketidak puasan rakyat, kini kita berada pada era reformasi hasil perjuangan seluruh elemen bangsa yag didukung oleh rakyat. Mereka yang tampil memperebutkan pucuk kepemimpinan nasional saat ini katanya pejuang reformasi, walaupun kita tau mereka dibesarkan dan dibentuk pada era sebelumnya. Yang kita perlukan adalah kemampuan mereka berubah dan konsistensi menjalankan amanat reformasi. Pada era ini rakyat bebas memilih pemimpinnya, cukup cerdaskah mereka? Kita tunggu hasilnya! Semoga perjalanan bangsa ini selalu berada pada rel yang benar atas ridho Allah s.w.t, Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s