In Memoriam Jenderal (Purn) Muhammad Jusuf

asum01JENDERAL (Purn) M. Jusuf, meninggal dengan tenang, di kampung halamannya, Kota Makassar. Ia pergi sebagai seorang kesatria tulen, tanpa cacat nama. Kita mengenangnya sebagai seorang pemimpin yang sederhana dan amat jujur, watak yang jarang dimiliki para pemimpin kita yang lain. Kepergian jenderal ini terasa sebagau kepergian yang amat berarti bagi bangsa yang dahaga dengan kejujuran.

TIGA hari menjelang meninggalnya, saya ditelepon sohib kental saya yang juga kemenakan M Jusuf. Sohib saya menuturkan, ia menjemput pamannya dari salah satu rumah sakit di Jakarta, untuk dibawa kembali ke Makassar. Katanya, Jusuf sendiri telah memberi sinyal, ia ingin pergi dengan tenang di Makassar. Saat itu kondisi fisik Jusuf sudah amat rentan. Jusuf saat itu paham dan yakin, tubuhnya sudah tak kuat lagi menahan rupa-rupa penyakit yang melilitnya belakangan ini.

Ihwal kejujuran, tidak perlu dipolemikkan. Semua orang yang mengenal dekat M. Jusuf, pasti mengacungkan jempol. Kejujuran M. Jusuf berbanding lurus dengan kesederhanaannya. Beberapa dekade, ia menjadi petinggi di republik ini, kehidupannya tetap sama. Asesori kenikmatan sesaat amat jauh dari kehidupannya. Ia malah, tak memahami nilai uang. Beberapa orang, termasuk kemenakannya, , pernah diberi uang kurang dari setengah juta rupiah. Ketika ia memberi uang itu, ia selalu wanti-wanti orang yang diberinya, menjaga diri agar tidak dirampok di jalan. Bagi M. Jusuf, uang itu seakan milyaran yang harus dibawa. Dalam perspektif ini, M. Jusuf teguh memegang prinsip kepemimpinan Bugis, seorang pemimpin yang berwibawa harus pemimpin yang berwatak malempu (lurus atau jujur).

Dalam prinsip hidup, M. Jusuf amat mengutamakan kejujuran karena ia tidak pernah percaya, pemimpin yang tidak jujur, bisa berwibawa. Orang yang bersih adalah orang yang bebas mengambil keputusan, dan pemimpin yang bebas mengambil keputusan, adalah pemimpin yang berwibawa.

Siapa M. Jusuf? Tidak banyak tulisan yang bisa mengungkapkan pria Bugis yang satu ini. Masalahnya, ia sendiri selalu menolak untuk ditulis. Sikap ini diperteguh kenyataan, M. Jusuf bukan tipe orang yang dengan mudah mengumbar ceritera. Ia amat pelit dalam mengungkap sesuatu kepada publik, apalagi yang berkait dengan dirinya. Maka, sosok sejati M. Jusuf hanya bisa dipahami melalui penuturan orang ke orang, yang kebetulan pernah dekat dan bekerjasama dengan dirinya.

Sikap yang terkesan tertutup ini bukan karena ia menutupi wilayah kelabu. Kesan ketertutupan itu lahir semata-mata karena M. Jusuf tidak senang merepotkan orang lain. Ia bukan pribadi yang menikmati kehebohan atas sebuah kejadian yang melibatkan orang lain. Ia bukan tipe orang yang bersenang-senang di atas ketelanjangan orang lain. Karena itu, setiap kejadian yang melibatkan dirinya dan orang lain, amat sulit dibeberkan. Ia tidak ingin mencederai orang lain dan keluarganya karena sebuah kejadian di masa silam. Baginya, masa silam tidak bisa dijadikan alat untuk merusak orang dan keluarganya. Ia simpulkan sikap ini dalam kosa kata Bahasa Bugis (ampe), artinya watak atau etika. Prinsip ini dipegangnya hingga kepergiannya.

Prinsip hidup sejenis ini menimbulkan rupa-rupa tafsir. Ada yang menilai, M. Jusuf menutupi berbagai kejadian masa lalu karena imenyangkut reputasi dirinya. Lalu, orang mengambil kejadian masa lalu yang melibatkan M. Jusuf, yakni, terbunuhnya Kahar Muzakkar. Hingga kini, nisan dan kuburan Kahar Muzakkar, tidak diketahui publik, padahal, saat ia tertembak mati, jenazahnya dibawa ke Makassar. Setelah itu, hanya teka–teki yang bermunculan, yang tidak pernah dijawab M. Jusuf hingga kini.

Sekilas, ada sesuatu yang ganjil dengan kejadian ini. Namun, ketertutupan M. Jusuf tentang misteri ini, amat logis dan gampang dipahami. M. Jusuf merahasiakan jenazah Kahar Muzakkar demi menghindari pertumpahan darah ke depan. M. Jusuf menutupi ini untuk menghindari adanya sebuah tempat, yang bisa dijadikan simbol kemarahan dan kebencian, yang suatu saat, bisa memicu pelatuk kemarahan bagi pengikut atau orang yang sefaham dengan Kahar Muzakkar. Bagi M. Jusuf, nisan adalah simbol yang bisa jadi mithos, dan mithos bisa dijadikan jalan menuju apa saja.

Masih dalam kaitan dengan Kahar Muzakkar. Saat M. Jusuf memutuskan mendatangkan tentara dari Jawa untuk memberantas pasukan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, orang bertanya. Mengapa M. Jusuf tidak menggunakan saja pasukan pemerintah yang sudah ada di kedua provinsi itu, yang juga tentara-tentara bersuku Bugis/Makassar, sama dengan suku Kahar Muzakkar? Mengapa M. Jusuf mengambil kebijakan seakan membiarkan sukunya digempur pasukan luar? Tak pernah ada jawaban M. Jusuf ke publik hingga kini.

Kebijakan tanpa penjelasan publik, ternyata dilakukan M. Jusuf, semata karena ia ingin cepat menyelesaikan kasus ini. Baginya, jika Kahar Muzakkar digempur dengan pasukan lokal, persoalan bisa berlarut-larut sebab pasukan lokal yang ada, pasti memiliki tali temali kekeluaragaan dengan Kahar Muzakkar, atau pengikut dan pasukan Kahar Muzakkar. Ikatan emosional seperti itu bisa memperpanjang agenda perang, atau memperpanjang agenda dendam.

Kesan ketertutupan seolah diperteguh praktek hidup sehari-hari M. Jusuf. Ia tak mudah, misalnya, menghadiri pesta, termasuk perkawinan. Baginya, yang paling penting dalam hidup adalah hadir saat orang lain kesusahan. Prinsip ini diaplikasikan, misalnya, ada kerabat yang sakit. M. Jusuf mengurus orang yang sakit sampai kepada hal yang amat detail. Dan itu dilakukan tanpa memberi kabar kepada publik.

Apakah rentetan misteri kejadian di republik ini, yang melibatkan M. Jusuf, langsung atau tak langsung, menjadi teka teki? Saya kira tidak. Soalnya, M. Jusuf selalu menulis catatan harian tentang banyak hal yang dialami. Ia menuliskan kejadian itu dalam aksara Bugis. Sebagai orang yang jujur, tulisan-tulisannya, juga refleksi dari kenyataan sebenarnya dan ditorehkan dengan kejujuran pula.

Kini, Jenderal yang diidolakan oleh bangsa itu, khususnya prajurit dan perwira TNI, terbaring tenang. Kepergian jenderal yang lurus ini, tentu amat berbekas di kalangan TNI, sebab M. Jusuf adalah pimpinan TNI yang amat memperhatikan nasib prajurit dan peralatan TNI. Di era Jusuf, pembelian peralatan TNI dilakukan besar-besaran, yang hingga kini masih dipakai.

Saat menjadi Menhankam/Panglima TNI, M. Jusuf membarui peralatan TNI. Satu di antara adalah sejumlah pesawat hercules. Ia sama sekali tak menyangka, pesawat hercules yang dibelinya, adalah pesawat terakhir yang mengangkutnya dari Jakarta ke Makassar, dengan tubuh rapuh. Selamat jalan Jenderal.

About these ads

21 comments on “In Memoriam Jenderal (Purn) Muhammad Jusuf

  1. Budaya siri-pesse/ merasa malu hidup bermewah-mewahan dan melakukan korupsi yang dilakukan oleh Bapak Jenderal M. Yusuf harus kita lanjutkan!.

  2. percuma berkoar2 klo tak ada bukti otentik…

    intinya begini…biarlah semua menjadi TANDA TANYA (?)
    jganlah kita ganggu ketenangan PAHLAWAN KITA di alam sana…
    saat ini hanyalah DOA yg dia butuhkan bukanlah PERDEBATAN yg macam seperti ini…

    WASSALAM.

  3. setuju atau tidak,Pro atauwa contra.itu sudah biasa dalam hidup.yang jelas sekarang jend M Yusuf idola ku sudah terbaring dengan tenang di pangkuan ibu pertiwi.semoga allah SWT mencucur kan rahmat pada beliau.amin.SELAMAT JALAN JENDRAL KU..

    IRIANONANO.TG KARIMUN(KEPRI)

  4. Jend m yusuf yang dikenal dikampung halamanny dengan nama kecil andi momang yusuf adalah putra dari arung kajuara yang dikenal d engan nama patta kajuara maccambangnge beliau adalah anak kemenakan dari pahlawan yang sekeligus juga panglima perang bone pada saat kerajaan bone melawan belanda dibawah pimpinan pette punggawae anak dari petta matinroe dibandung yaitu andi page pette labuaja. Petta labuaja adalah sepupu sekali dari ayahanda jend m yusuf yaitu patta kajuara. Dalam darah jend yusuf selain mengalir darah pahlawan juga adalah putra bangsawan paling matase dari bone. Keluarga besar beliau saat ini masih memegang kendali silsilah kerajaan kajuara yang berada dibojo kec kajuara kab bone hampir semua orang penting berada dijakarta yang berasal dari bone adalah keluarga dekat beliau. Diantaranya jend syafri syamsuddin. Andi mattalatta mantan menkumham. Andi ghalib mantan kejagung. Asisten tiga pemprop sulsel andi herry iskandar putra dari andi iskandar anak kemanakan beliau yang paling disayangi beliau

  5. Antara Pak Yusuf dan Pak Kahar, sy pikir saudara sebangsa dan setanah Air jgn terjebak ,,, kalau prajurit yg rendahan sj pak Yusuf Baik, maka yakin lebih2 terhadap komandan, sahabat, maupun sekampungnya. mari kita Rasional melihat Sikap, karakter dan mental Pak Jenderal … sy yakin beliau bukan Pembantai dan tdk mungkin melakukan itu ke Pak Kahar

  6. Qahhar Mudzakkar adalah patriot yang dikhianati oleh bangsanya sendiri. Ia memang pemberontak, ia memberontak melawan kezaliman dan ketidakadilan pemerintah pusat terhadap lasykar pejuang gerilya di Sulsel. Untuk bisa memahami peran dan posisi QM harus membaca banyak referensi. Apakah ia pejuang atau pemberontak, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Bagi saya, setelah membaca berbagai buku tentang QM, baik yang ditulis oleh QM sendiri, maupun yg ditulis oleh para pakar sejarah, QM adalah patriot sejati yang memberontak melawan ketidakadilan. Sebuah pilihan sikap yang patut dihargai…

  7. ‘Siri na pacce’, Tdk ada manusia yg smpurna,nmun stdkx ada diantra kta sesama ummat manusia memiliki kteladanan yg sngat baik. Tpi tdk slamax yg baik itu dpahami”baik” oleh khalayak. yg penting bgmana kta bisa saling menghargai apalagi seperti beliau2 yg sdh mengharumkan daerah kita. “bangsa yg besar adalh bngsa yg menghargai jasa pahlawanx”. HORMATKU Untk beliau2 yg tlah hdup tnang selamax.

  8. Walaupun Org berkata ap tentang pak’ Jendral M. Yusuf..
    Sy tetap Mengagumi Beliou, beliou Adalh sosok yg pantas di jadikan Contoh yg baik..!!

    slamat jalan jendral kami generasi berikut tidak akan pernah menyalahkan engkau karna merahasiakan isi supersemar, kirax engkau pasti memiliki alasan tertentu sehingga engkau merahasiakan isi super semar tersebut………………!!

  9. kahar musakkar adalah pahlawan bagi masyarat bugis makassar,namun dia adalah korban keserakahan jabatan,jadi kita jangan melihat sejarah dari satu sisi saja,dan kenapa bpk m yusuf tak pernah menjawab kapan dan dimana kahar musakkar meninggal dan dikubur karna itu adalah sebuah kebohongan sejarah masyarakat bugis makassar

    • itu bukan kebohongan…melainkan pertanyaan yg tak akan dijawad…demi keutuhan masyarakat bugis makassar khususnya dan bangsa indonesia umumnya

  10. nma sya syukur , sya asli enrekang dan sya jga sngat stuju dngan apa yg di katakan oleh sunardi , kmu bnar snardi klo kmu ngga sndiri .uju dngan apa yg di katakan oleh sunardi , kmu bnar snardi klo kmu ngga sndiri .

  11. nma sya syukur , sya asli enrekang dan sya jga sngat stuju dngan apa yg di katakan oleh sunardi , kmu bnar snardi klo kmu ngga sndiri .h sunardi , kmu bnar snardi klo kmu ngga sndiri .

  12. ya , beliau adalah salah satu dari yang terbaik yang dilahirkan jaman ini, waktu beliau akan dimakamkan, ada perasaan kehilangan yang amat sangat, jujur ada peristiwa yang aneh terjadi,,,,,, waktu itu jenasah beliau hampir sampai ditpu panaikang makassar,,, waktu itu aku kebetulan lewat , macetnya bukan main tapi diantara orang orang yang terjebat dalam kemacetan tersebut hampir semua tiada yang mengeluh, langit yang panas tiba tiba berubah jadi mendung kemudian hujan gerimis dan tiada seorangpun yang berlari ketika gerimis tersebut karna aku juga sempat tanyakan sama beberapa orang kawanku yang kebetulan juga ada dalam kemacetan tersebut, aku melihat pepohonan bagai tertunduk menangisi kepergian sang jendral,,,, slamat jalan jendral kami generasi berikut tidak akan pernah menyalahkan engkau karna merahasiakan isi supersemar, kirax engkau pasti memiliki alasan tertentu sehingga engkau merahasiakan isi super semar tersebut……………………………….

  13. Sangat berkesan ketika Jenderal Yusuf datang ke kampung saya……..terasa betul nuansa kedekatan,memasyrakat, tatkala pengawal beliau menata agar pengunjung sedikit menjauh dari beliau, beliau malah menyuruh masyarakat mendekat,,,ayo mendekat kesisini….pejabat jangan jauh2 dari rakyat. Inilah salah satu kelebihan beliau. Sulit dicari gantinya sosok kaya beliau itu. Beruntung Indonesia pernah punya jenderal tangguh kaya beliau. Pak Jenderal M Yusuf, beristirahatlah dgn tenang.

  14. Saya sebagai salah satu Orang Toraja, yang tinggal di daerah Rembon Perbatasan dengan MAMASA SULBAR,…. Merasa tidak terlalu Mengidolakan Orang yang dengan gampangnya Menghabisi Orang Yang sangat Berjasa Bagi bangasa dan Daera Kita (Sulsel), bayangkan saja: Kahar Muzakkar Itu siapa??? pangkatnya apa?? kalau di bandingkan dengan Suharto?? apa lagi Yusuf??… Jauhlah, jauh banget…. dan lagi saya kira orang yang tau sejarah dan suka membaca buku2 sejarah tau kalau para pengikut2 Kahar Muzakkar itu Rata2 mantan Pejuang Gerilyawan dan mantan2 Prajurit Tangguh dari Jawa…. dan dengan gampangnya hanya karena Haus Jabatan dan Pangkat di fitnah dan kemudian Di Bunuh?? hanya karena Tuduhan Menghianat dan belum Jelas?? Orang seperti ini Yang tidak tau terima kasi sama Pahlawan dan Para Pejuang begini mau di Idolakan?? sadarlah wahai sodaraku..

    Mungkin hanya saya yg protes kalau dia di idolakan….

    TAPI SAYA YAKIN SAYA TIDAK SENDIRI

    Hormat saya

    Sunardi Arung
    ( Kakek & 2 Paman saya dari Toraja Juga Mantan Pengikut Kahar dan Mantan Anak buahnya di Jawa)

    • saya sangat setuju dgn anda…suharto(almarhum) itu siapa dibanding kolonel kahar muzakar(almarhum)…saya juga pegagum beliau(almarmum kahar)…namun karna saya melihat dari sisi kebesaran nama beliau maka saya punya kesimpulan lain yg sangat susah diterima oleh kebanyakan orang…hanya orang berbudi yg bisa memahaminya…almarhum sesungguhnya tak tewas sewaktu penyergapan yg dipimpin oleh almarhum jend m.yusuf…melainkan terjadi satu kesepakatan antara m.yusuf dan kahar musakar.demi keutuhan tanah air tercinta dibuatlah skenario yg kita tau bersama.namun sesungguhnya itu adalah rekayasa.saya yakin waktu itu jend m.yusuf tak membunuh kahar muzakhar..mana tega dan jend m.yusuf tak punya kekuatan untuk melakukan itu.dan banyak bukti yg membuktikan itu.contohnya sewaktu almarhum kahar dinyatakan meninggal foto yg diperlihatkan tidak jelas jasad yg dinyatakan sbg kahar penuh dgn lumpur,hanya seragamnya saja milik pak kahar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s